2020 Pemerintah Stop Impor Cangkul

33
0
PAPARKAN. Menkop UKMTeten Masduki (kanan) siap memenuhi instruksi Jokowi untuk menyetop impor cangkul.

JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengaku mendapat instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tahun 2020 tidak ada lagi impor cangkul.

Impor cangkul telah membuat malu Jokowi karena sebenarnya produsen dalam negeri bisa memproduksi cangkul untuk memenuhi permintaan domestik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor pacul sebanyak 505,5 ton dengan nilai 330,03 ribu dolar AS sejak 2015 hingga September 2019.

Impor cangkul, pada tahun 2018 total seberat 78,1 ton dengan nilai 33.889 ribu dolar AS. Pada tahun 2019 tercatat dari Januari sampai September totalnya seberat 268,2 ton dengan nilai 101,6 ribu dolar AS.

Menteri Teten Masduki menyatakan siap memenuhi permintaan Jokowi. Pihaknya telah menghubungi sejumlah pengrajin dari berbagai daerah, terutama di Jawa. Bahkan, PT Krakatau Steel siap membantu menyediakan bahan baku pembuatan cangkul.

“Pak Presiden sudah minta tahun depan untuk diminta tidak impor lagi dan kami sudah mengoordinasikan kemarin. Intinya sebenarnya kita sanggup membuat cangkul sesuai dengan kebutuhan dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/12).

Selain Krakatau Steel, kata Teten, BRI juga menyanggupi membantu dalam hal pembiayaan untuk membeli peralatan lebih canggih dalam memproduksi cangkul. Karena selama ini pembuatan cangkul masih menggunakan alat yang masih sederhana.

Kemenkop dan UKM sebelumnya sempat mengabarkan, kebutuhan cangkul di dalam negeri saat ini adalah sekitar 10 juta. Sementara kemampuan produksi dalam negeri mencapai 3 juta cangkul di mana 2,5 juta diantaranya diproduksi usaha besar, 500 ribu diproduksi UMKM.

Namun Teten merevisi bahwa 10 juta kebutuhan cangkul domestik sebenarya bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

“Selama ini kalau industri kecil dan UMKM itu sekitar 3 jutaan lah. Tapi setelah kita inventarisir lagi kemampuan kita sebenarnya bisa. Jawa Barat bisa 4 juta, Jawa Tengah 3 juta, Jawa Timur 3 juta,” tutur dia.

Persoalan soal cangkul sebenarnya, kata Teten, penyaluran bahan baku untuk produksi cangkul yang belum merata di seluruh Indonesia disebabkan keberadaan pengrajin yang terpencar.

Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, impor cangkul terjadi lantaran lemahnya koordinasi antara kementerian terkait.

“Menandakan masih lemahnya sinergi antara kementerian terkait mengenai impor cangkul,” ujar Piter. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.