2020, Realisasi Pajak Parkir di Pangandaran Rp37,8 Juta

26
0
PARKIR. Petugas memarkirkan salah satu kendaraan. BPKD Kabupaten Pangandaran menyebut ada sekitar 20 potensi pajak yang belum terdaftar. Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
PARKIR. Petugas memarkirkan salah satu kendaraan. BPKD Kabupaten Pangandaran menyebut ada sekitar 20 potensi pajak yang belum terdaftar. Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Kepala Sub Bidang Pendataan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pangandaran Jumsa menyebutkan masih ada tempat parkir yang belum mendaftar sebagai wajib pajak. Jumsa menyebut saat ini ada 44 wajib pajak dan 63 objek pajak atau tempat parkir yang sudah terdaftar di BPKD.

“Sementara potensi pajak parkir yang belum terdaftar ada sekitar 20-an,” katanya kepada Radar, Kamis (4/2/2021). Menurutnya, potensi pajak parkir yang belum terdaftar ada yang milik pribadi, badan usaha dan juga parkiran di dekat sekolah.

“Kebetulan sudah lama tidak ada kegiatan belajar tatap muka, jadi kendala juga bagi yang punya parkiran dekat sekolah untuk mendaftar,” kata dia.

Baca juga : Baru Sebulan Dibangun, Jalan Kalipucang Pangandaran Rusak Lagi

Menurutnya, kesadaran pengelola atau pemilik tempat parkir untuk mendaftar jadi wajib pajak juga masih tergolong rendah. “Bagi sebagian iya, tapi kita tetap menyosialisasikanya dan sudah beberapa waktu ini ada penambahan wajib pajak kok,” terangnya.

loading...

Untuk realisasi pajak parkir pada APBD di tahun 2020, kata dia, mencapai Rp 37,8 juta dari target Rp 32 juta. “Capaianya sebesar 118 persen,” tuturnya.

Besaran pajak yang harus dibayar wajib pajak parkir adalah besaran tarif dikali 30 persen. “Aturan terkait pajak parkir ini diatur dalam Perda no 1 tahun 2018,” ujarnya. Sementara parkir di objek wisata, menurut dia, masuk dalam retribusi parkir bukan pajak parkir. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.