2021, Disdik Kota Tasik Siapkan Belajar Tatap Muka

112
0
BERBINCANG. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi (kiri) menjelaskan kegiatan pendidikan saat pandemi Covid-19 dan sekolah sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Senin (21/12). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Dinas Pendidikan Kota Tasik­malaya terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru.

Sampai di penghujung 2020 seluruh sekolah tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ)/ belajar dari rumah (BDR) melalui daring atau luring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi mengatakan pada pandemi Covid-19 yang sangat diperhatikan adalah masalah keberlangsungan dan keterjaminan pendidikan tetap berjalan dengan aman. Oleh karena itu, yang diutamakan adalah siswa dapat menjaga kesehatan.

Baca juga : 2 Motor Senggolan, 1 Tewas 1 Terkapar di Depan SPBU Martadinata Kota Tasik

”Maka kebijakan pada saat pandemi adalah memastikan kompetensi pembe­lajar­an yang ingin dicapai adalah pendi­dikan karakter sehingga tidak memaksakan penuntasan kurikulum, namun fokus pada pendidikan kecakapan hidup,” kata dia saat Podcast Radar Tasikmalaya Melawan Covid-19, Senin (21/12).

Loading...

Untuk materinya yang diberikan, kata Kadisdik, yaitu fokus pada pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Mulai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hingga gerakan masyarakat sehat (Germas).

”Serta diberikan aktivitas fisik, spiritual keagamaan, serta penguatan karakter dan budaya,” ujarnya menjelaskan.
Ia pun tidak memungkiri masih ada kendala dalam BDR.

Utamanya kompetensi literasi dan numerasi. Karena sesuai data otentik dari lembaga organisasi pendidikan pada semester kedua 2019/2020 pernah menyurvei keefektifan pemahaman siswa hanya 30 persen.

”Tujuannya untuk memotret secara langsung permasalahan apa yang dihadapi orang tua dan anak-anak selama BDR sehingga bisa menjadi evaluasi untuk memberikan pelayanan terbaik untuk siswa dalam kegiatan pembelajaran daring,” kata dia menjelaskan.

Melihat hasil BDR yang kurang itu, ia tidak tinggal diam. Dia terus memotivasi guru agar bisa memberikan pendidikan yang mendorong siswa mengenalkan potensi- potensi bawaan, sehingga mampu aktualisasi diri.

”Kesulitan dan kejenuhan dalam belajar selama BDR harus dihindari. Pembelajaran pada masa BDR harus mampu mengaktifkan berbagai bakat bawaan yang dimiliki oleh peserta didik,” ujarnya.

”Untuk pengelolaan pembelajaran yang dilakukan para guru harus memperhatikan psikologis dan mendorong mereka untuk mengaktualisasikan dirinya secara mandiri dan bertanggung jawab,” kata dia.

Kemudian, langkah-langkah selanjutnya yaitu guru terus digembleng untuk melek digital sehingga sekolah, instansi pemerintah dan swasta terus berlomba-lomba untuk mengadakan pendidikan dan latihan kepada guru agar mahir dalam teknologi informasi dan komunikasi.

”Manfaatnya guru bisa memiliki keterampilan digital sehingga memiliki pembelajaran yang variatif dan bisa mengaktifkan seluruh kecerdasan yang dimiliki peserta didik,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2021, ia pun terus mengusahakan dan meyakinkan Satgas Covid-19 untuk bisa mengizinkan adanya pembelajaran tatap muka kembali.

Tentunya sesuai dengan pedoman SKB 4 Menteri yang sesuai dengan syarat infrastruktur sekolah sudah memenuhi standar protokol kesehatan atau 3 M: memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Seperti memakai model blended learning atau 50 persen siswa di kelas dan menyediakan fasilitas sanitasi. “Itu sebagai alternatif jika kondisi belajar dengan tatap muka memungkinkan dilakukan,” kata dia.

Selanjutnya keputusan pembelajaran tatap muka, Disdik masih menunggu keputusan Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya pada 8 Januari 2021. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.