2021, Kota Banjar Dapat Kuota 610 Rutilahu

38
0
H Nana Suryana Wakil Wali Kota Banjar
H Nana Suryana Wakil Wali Kota Banjar
Loading...

BANJAR – Sebanyak 31.500 penerima manfaat di Jawa Barat akan mendapat bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) tahun ini. Kota Banjar sendiri mendapat kuota sebanyak 610 penerima manfaat. Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkin) Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih ST, MT.

“Kita terjun langsung ke lapangan menyampaikan terkait teknis, tanggung jawab, pelaksanaan hingga pelaporan. Program ini banyak ibadahnya,” kata dia kepada wartawan usai memberikan pengarahan di sela sosialisasi rutilahu di Wahana Taman Anggrek Mustika, Rabu (10/2/2021).

Diakuinya, anggaran rutilahu tahun ini masih di-recofusing. Itu kenapa pihaknya meminjam ke pemerintah pusat melalui anggaran PEN agar program rutilahu di Jabar terus berlangsung.

“Program ini harus dikawal dengan baik agar tidak menimbulkan kasus saat proses pelaksanaannya. Agar masyarakat yang bisa memiliki rumah layak huni, sehingga hidupnya pun sejahtera,” kata dia.

Baca juga : Pemkot Banjar Segera Terapkan PPKM Mikro

loading...

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana menambahkan saat ini ada kendala di lapangan yakni masyarakat tinggal di rumah tidak layak huni, namun rumahya di tanah milik orang lain atau tumpang karang.

Secara regulasi tidak bisa dibantu meski pemilik tanah memberikan kesempatan tanahnya untuk ditempati. Karena syarat rutilahu harus tanah milik sendiri. “Sebetulnya ini menyakiti perasaan secara manusiawi dan faktanya,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya sedang berupaya un­tuk ada kerja sama antara daerah dengan provinsi dan pemerintah pusat. Agar masyarakat yang tinggal di lokasi tumpang karang ada solusinya.

“Pemerintah siap membantu mereka, akan tetapi harus benar secara re­gulasi. Artinya harus dikomunikasikan dengan baik se­hingg­a tidak ada masalah yang timbul,” jelasnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.