2021 Pemprov Jabar Tak Naikan UMP, Begini Kata Ridwan Kamil..

73
0
radartasikmalaya.com
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

BANDUNG – Di tahun 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tidak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil atau yang hangat disapa Emil membeberkan alasannya.

Usai rapat Satgas Covid-19 di Mapolda Jabar, Emil mengklaim alasan keputusan tidak menaikkan UMP untuk mencegah lebih banyak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Jadi 60 persen industri manufaktur yang ada di Indonesia berada di Jawa Barat. Di sisi lain, sektor itu pula yang paling terdampak kinerja bisnisnya karena pandemi Covid-19,” jelasnya, Senin (2/11) di Mapolda Jabar.

Emil menambahkan, bahwa 2.000-an perusahaan (industri manufaktur) yang terdampak (Covid-19).

“Nah itu di Jabar, sekitar 500 perusahaan diantaranya melakukan PHK. Jabar itu sektor manufaktur terbesar di Indonesia, sektor ini pula dan (sektor) jasa yang paling terdampak,” katanya.

Dirinya menegaskan, untuk itulah mengapa UMP Jabar tidak dinaikan.

“Jangan dibandingkan dengan provinsi lain yang industrinya sedikit. Jadi kalau upahnya (UMP) dinaikan, kami khawatir ada PHK lagi, yang dirugikan buruh lagi,” paparnya.

Ia meminta kepada semua serikat buruh agar mau memahami dan mengerti polemik yang terjadi.

“Keputusan ini diakui tidak bisa memuaskan semua pihak. Saat ini, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Dinas Ketenagakerjaan diminta mensosialisasikan alasan ini agar bisa sampai dengan baik,” terangnya.

Ditegaskannya bahwa dalam mengambil kebijakan atau keputusan, perlu kejernihan berfikir bahwa tidak ada keputusan yang memang memuaskan semua pihak.

“Tidak ada sedikitpun niat pemerintah untuk menyengsarakan masyarakatnya,” tegasnya. (pojoksatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.