2021 UMK Kota Tasik tak Naik, Ini Alasannya..

187
0

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik telah mengirimkan usulan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Kota Tasik untuk 2021 ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

Dalam usulan itu, ternyata besaran UMK Kota Tasik tak mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda mengatakan, keputusan menentukan besaran UMK untuk 2021 telah melalui rapat bersama Dewan Pengupahan Kota (DPK) Tasik, yang terdiri dari asosiasi perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja.

Dari hasil rapat itu, diputuskan UMK Kota Tasik pada 2021 tak mengalami kenaikan dari tahun ini.

UMK Kota Tasikmalaya masih sebesar Rp 2,264 juta.

“Kita putuskan UMK 2021 sesuai dengan surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan, karena kondisi ekonomi belum memungkinkan. Jadi tidak naik, tetap sama dengan tahun ini,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/11) sore.

Terang dia, pertimbangan utama UMK Kota Tasik tak mengalami kenaikan adalah pertumbuhan ekonomi hingga triwulan ketiga 2020 masih negatif.

Maka, tak mungkin UMK dinaikan jika pertumbuhan ekonomi belum membaik.

“Kita tadinya berharap triwulan ketiga sudah positif. Tapi kan nyatanya tidak,” terangnya.

Tambah Rahmat, keputusan tak menaikan UMK adalah upaya pemerintah untuk melindungi pekerja.

Sebab, jika UMK dipaksakan naik, perusahaan akan keberatan.

Dampaknya, akan semakin banyak pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus menerima laporan mengenai pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan oleh perusahaanya.

Sebab, kondisi perusahaan saat ini umumnya masih merugi akibat pandemi Covid-19.

Ia menyebutkan, sejak Maret 2020 setidaknya terdapat sekira 3.000 karyawan di Kota Tasik yang dirumahkan oleh perusahaannya.

“Namun sudah ada yang masuk lagi. Tinggal 1.000 yang belum masuk, menunggu kondisi perusahaan kembali baik,” bebernya.

Rahmat menambahkan, keputusan untuk tak menaikan UMK dapat membuat perusahaan dapat melakukan pemulihan (recovery) ekonomi.

Jika recovery ekonomi dapat dilakukan dengan cepat, menurut dia, investasi akan kembali meningkat.

Ia mengakui, keputusan untuk tak menaikkan besaran UMK pada 2021 ditolak oleh serikat pekerja.

Serikat pekerja tetap menginginkan besaran UMK mengalami kenaikan.

“Namun keputusan yang diambil adalah jalan tengah untuk semua pihak. Karena sekarang kan kondisi tidak normal. Kita mohon semua pihak memahami kondisi saat ini,” tambahnya.

Rahmat menandaskan, keputusan UMK untuk 2021 belum bersifat final.

Pemerintah akan melakukan evaluasi pada triwulan pertama 2021.

“Kalau laju pertumbuhan ekonomi sudah positif, tidak menutup kemungkinan UMK akan disesuaikan. Jadi yang sekarang itu bukan harga mati. Mudah-mudahan triwulan pertama 2021 kondisi ekonomi akan membaik, sehingga kita bisa mengusulkan kenaikan UMK,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tasik, Yuhendra Effendi menuturkan, pihaknya tetap menolak usulan UMK yang disampaikan Pemkot Tasik ke Pemprov Jabar.

Menurut dia, untuk menentukan UMK harus berdasarkan Undang-Undang, bukan sekadar surat keputusan menteri.

“Kita kebaratan. Kita tetap harus berpatokan dengan PP78, di mana penentuan UMK harus berdasarkan survei KHL,” tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, permintaan kenaikan UMK dari teman-teman serikat pekerja tak terlalu besar.

Ia menyebutkan, para pekerja hanya meminta kenaikan sebesar 4,7 persen dari UMK saat ini atau menjadi Rp 2,369 juta.

Ia menyayangkan sikap Pemkot Tasik yang tak menaikan besaran UMK pada 2021.

Menurut dia, hal itu membuktikan bahwa pemerintah lebih berpihak kepada perusahaan daripada pekerja.

Yuhendra mengatakan, pihaknya masih akan terus berusaha agar UMK Kota Tasik dapat naik.

Ia akan melakukan lobi-lobi ke pemerintah dan berkoordinasi dengan jaringan di provinsi agar UMK dapat naik.

“Kita juga minta teman-teman di provinsi agar Gubernur meninjau ulang. Sebab kan keputusan akhir ada di tangan Gubernur. Jadi kita masih menunggu untuk menentukan langkah selanjutnya,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.