Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

2024 Garut Bebas Rabies

16
0
bersama Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Ali Jamil menyaksikan pemberian vaksin Kamis (11/7). SUNTIK. Bupati Garut H Rudy Gunawan

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan kaget harga anjing hasil perkawinan antara anjing peranakan dari Garut dan impor mencapai Rp 50 juta per ekor. Hal tersebut diungkapkannya usai menghadiri pemberian vaksin rabies gratis dari Balai Karantina Kementerian Pertanian di Gor Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Kamis (11/7)

“Saya baru tahu, ini bisa menjadi potensi besar untuk kemajuan ekonomi,” ujar Rudy. Saat ini, kata dia, penjualan anjing dari Garut ke Pulau Sumatera per tahunnya bisa mencapai 3.000 ekor. Jumlah tersebut berdasarkan hasil laporan dari Balai Karantina Kementerian Pertanian. “Katanya harga anakan anjing campuran Garut ini Rp 8 juta, kalau sudah terlatih itu bisa Rp 50 juta,” tambahnya.

Dengan adanya potensi besar itu, pihaknya akan mendorong pengembangan perekonomian dari sektor tersebut. Tetapi pihaknya tetap akan memperhatikan berbagai hal dalam mendorong perdagangan anjing, terutama menyangkut kesehatan hewan dan nilai-nilai agama di masyarakat. “Selama tidak ada pihak yang tidak terganggu, kami akan dorong potensi ekonomi ini,” katanya.

Rudy menerangkan untuk masalah kesehatan hewan, pihaknya akan terus memperhatikan dengan menyiapkan pembagian vaksin rabies gratis. Tahun ini pihaknya menyediakan 1.000 vaksin rabies gratis ditambah bantuan balai karantinan sebanyak 2.000 dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat 2.500 vaksin rabies. “Garut mencanangkan pada 2024 bisa terbebas sepenuhnya dari rabies,” harapnya.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Ali Jamil mengakui banyak anjing dari Garut yang diperdagangkan hingga ke Pulau Sumatera. Hal ini diketahui dari hasil pemantauan Kantor Karantina Cilegon. “Kebanyakan ke Sumatera Barat untuk kepentingan berburu babi, karena di sana daging babi hasil buruannya juga sudah bisa diekspor ke Vietnam,” katanya.

Sebelum dikirim ke luar pulau, kata dia, Balai Karantina memeriksa kesehatannya, memastikan anjing tidak sampai menyebarkan penyakit seperti rabies. “Garut ini menjadi daerah pengirim anjing kedua terbesar ke Sumatera, yang pertama adalah Sumedang,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.