21 PDP Warga Kota Banjar Meninggal

391
0
RAPAT. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat akan menggelar rapat terbatas di posko Covid-19 Pendopo Kota Banjar belum lama ini. Pemkot menunggu hasil self assessment untuk penentuan AKB. Cecep herdi / radar tasikmalaya
RAPAT. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat akan menggelar rapat terbatas di posko Covid-19 Pendopo Kota Banjar belum lama ini. Pemkot menunggu hasil self assessment untuk penentuan AKB. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Sejak mewabahnya virus corona (Covid-19) di Kota Banjar mulai Maret hingga kini, tercatat ada sekitar 21 pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD Banjar. Jumlah 21 PDP meninggal tersebut dari total PDP 127 orang.

“Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Kota Banjar, tercatat hingga hari ini (kemarin, Red) jumlah PDP yang meninggal dunia sebanyak 21 orang. Dan yang sudah selesai menjalani perawatan di ruang isolasi khusus sebanyak 103 orang,” ungkap Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Tomy Subagja Jumat (26/6).

Sementara jumlah pasien positif yang meninggal dunia berjumlah satu orang. Total pasien positif kasus Covid-19 di Kota Banjar yakni tujuh orang.

“Selama Covid-19 sampai hari ini (kemarin) kasus positif di Banjar berjumlah tujuh orang, enam orang sudah sembuh. Kemudian saat ini juga sudah tidak ada pasien PDP maupun positif yang dirawat di RSUD Kota Banjar. Begitu pun dengan positif, Kota Banjar sudah zero positif sejak 7 Mei 2020,” ungkapnya.

Baca Juga : Jelang AKB, Pemkot Banjar Siapkan 8 Pos Jaga

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana menegaskan untuk melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, tinggal menunggu hasil self assessment yang dilakukan Dinas Kesehatan.

Loading...

AKB sendiri jika prosesnya dan tahapan persyaratannya berjalan lancar maka akan mulai diterapkan setelah PSBB selesai tanggal 26 Juni 2020 dan menunggu hasil self assessmen selesai.

“Karena untuk menentukan status zona pandemi Covid-19 harus dari hasil self assessment Dinas Kesehatan. Kita masih menunggu hasilnya. Untuk saat ini PSBB masih diterapkan, namun kondisinya menuju AKB, jadi untuk kegiatan masyarakat sudah berjalan seperti biasa, normal namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.