22 Persen Jalan Masih Rusak Parah

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PARIGI –Keterbatasan bahan baku material membuat proses pembangunan infrastruktur terutama jalan di Kabupaten Pangandaran menjadi lambat.

Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Setda Kabupaten Pangandaran Boy Ariswan mengatakan banyak perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan tidak langsung mengerjakannya, hal itu disebabkan ketersediaan bahan baku material. ”Mereka sudah mendapatkan SPK, tapi terpaksa menunda pekerjaan,” ungkapnya kepada Radar saat ditemui di Setda Kabupaten Pangandaran Jumat (14/9).

Menurut dia, seharusnya pengusaha harus mempersiapkan ketersediaan bahan baku material sejak jauh hari. ”Itung-itung antisipasi saja, jangan sampai menunda-nunda lalu pekerjaan melebihi batas waktu dan langsung di penalti,” jelasnya.

Boy menegaskan denda penalti yang ditetapkan untuk perusahaan dalam satu proyek adalah Rp 1 juta per hari. ”Itu sebagai bentuk pengembalian ke kas daerah,” ujarnya.

Lanjut Boy, sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan pengerjaan jadi melambat. Salah satunya adalah menunggu finishing pengerjaan yang belum tuntas. ”Jadi pekerjaan sebelumnya belum finis dan masih dikerjakan,” tuturnya.

Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pangandaran Ade Kuswaya mengatakan pembangunan jalan di Pangandaran saat ini sudah mencapai 60 persen. ”Jalan yang masih rusak ringan 18 persen dan kondisi rusak parah mencapai 22 persen,” tuturnya.

Total panjang jalan di Kabupaten Pangandaran mencapai 504,31 km, dengan ruas jalan mencapai 114. ”Mudah-mudahan saja sebelum tahun 2020, semua jalan sudah diperbaiki,” katanya. (den)

loading...