22 Ribu Santri Akan Masuk ke 700 Pontren di Tasik, Ini yang Dilakukan Pemkab..

191
0

MANONJAYA – Menyambut kedatangan 22 ribu santri asal luar daerah ke Tasikmalaya, tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tasik melakukan penyemprotan disinfektan ke komplek Pondok Pesantren (Pontren) Miftahul Huda Manonjaya, Rabu (10/6).

Penyemprotan disinfektan tersebut difasilitasi oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya yang menyediakan personel dan alat penyemprotan.

Anggota Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya yang juga Kepala DPKPP, Drs Heri Sogiri MM mengatakan, menjelang kedatangan puluhan ribu santri ke ratusan pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pondok pesantren.

Upaya ini, ungkap dia, guna mensterilkan kawasan pondok pesantren dari kemungkinan adanya virus Covid-19.

Sebab dalam beberapa minggu kedepan diprediksi ada sebanyak 22 ribu santri dari luar daerah akan kembali untuk menimba ilmu agama di 700 pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut dia, pihaknya memiliki tugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di masjid-masjid dan pondok pesantren se-Kabupaten Tasikmalaya.

Loading...

“Saat ini kami sedang melakukan penyemprotan di pesantren dalam rangka menyambut kembalinya para santri. Dimana sebelum idul fitri kemarin mereka pulang ke kampung halamannya dan saat ini akan kembali ke pesantren,” terang dia.

Bakal dimulainya kembali proses pembelajaran di pondok pesantren, lanjut dia, pada 12 Juli mendatang merupakan salah satu langkah memasuki masa transisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Nantinya Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, terang dia, mewajibkan seluruh santri yang kembali masuk pondok pesantren untuk menjalani pemeriksaan tes kesehatan.

“Selain membawa surat keterangan sehat dari daerah asal, santri juga akan jalani rapid test dan isolasi mandiri di lingkungan pondok pesantren,” papar dia.

Penyemprotan cairan disinfektan ini, tambah dia, salah satunya dilakukan di pondok pesantren Miftahul Huda Manonjaya.

Di pondok pesantren keluarga besar Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

“Seluruh fasilitas pondok disemprot cairan disinfektan. Mulai gerbang masuk, aula, kantor, masjid, mushola, hingga kamar para santri dan santriwati. Diketahui mayoritas santri disini berasal dari luar Tasikmalaya.

(Diki Setiawan)

Baca juga : LAGI Banjir Rutin di Sukaresik Tasik, Setahun 3 Kali Siapa yang Tanggung Jawab?
Baca juga : Wahana Bermain Air Bocah Warga Sukaresik Tasik saat Banjir Tiba
Baca Juga : 2 Hari Beres Dibangun, Jembatan Penghubung 2 Kampung di Ciawi Tasik Lenyap..
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.