23 – 25 Juni, Anggota Dewan Kota Banjar Berangkat Studi Banding

206
0
AKRAB. Ketua DPRD Kota Banjar sementara Dadang R Kalyubi ditemui di ruangannya Selasa (10/9). Dia berharap paripurna segera dilaksanakan. cecep herdi / radar tasikmalaya
AKRAB. Ketua DPRD Kota Banjar sementara Dadang R Kalyubi ditemui di ruangannya Selasa (10/9). Dia berharap paripurna segera dilaksanakan. cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Sebanyak 30 anggota DPRD Kota Banjar akan melaksanakan studi banding ke tiga daerah di Provinsi Jawa Tengah pada 23 sampai 25 Juni 2020.

Agenda studi banding itu di antaranya ke Kabupaten Kabupaten Purbalingga, Purwokerto, Banyumas dan Cilacap.

“Agenda studi banding nanti tentang Covid-19, terutama persoalannya menghadapi KUA-PPAS di APBD Perubahan. Dalam refocusing kan ada pergeseran anggaran, nah tujuan studi banding itu ke arah anggaran Covid-19. Agendanya setiap fraksi ada yang ke DPRD, ada yang ke OPD yang berhubungan dengan penanganan Covid-19,” kata Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi Selasa (23/6).

Baca juga : Banyak Pengunjung Pasar Langensari Kota Banjar tak Pake Masker

Menurut dia, tak hanya DPRD Banjar yang menggelar studi banding. Anggota dewan dari kabupaten lain pun sudah banyak yang melaksanakan studi banding ke DPRD Banjar.

“Karena secara aturan memang sudah diperbolehkan untuk melakukan studi banding. Tidak hanya kita (DPRD Banjar, Red), DPRD dari kabupaten lain juga sudah banyak yang studi banding ke kita. Di antaranya DPRD Cirebon, Purworejo, Cianjur, Banjarnegara, Banyumas, Purwokerto, Wonosobo,” kata Dadang.

Ia mengatakan sudah sewajarnya kegiatan dewan melakukan studi banding, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. Sebab, kata dia, dewan perlu perbandingan dari DPRD di daerah lain bagaimana menghadapi refocusing anggaran di seluruh OPD, termasuk di DPRD untuk penanganan Covid-19.

Baca juga : Tokoh Agama dan Tim Medis Kota Banjar Jalani Swab Test

Selain itu, katanya, Banjar juga sudah berada di zona biru Covid-19. Dalam pelaksanaan studi banding nanti, semua anggota dewan akan menaati protokol kesehatan.

“Kan materi studi banding juga tentang anggaran Covid-19, itu kita laksanakan supaya apa yang baik yang sudah diterapkan di daerah lain dalam refocusing anggaran ini bisa kita terapkan di Kota Banjar. Karena refocusing anggaran ini terjadi di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di tempat yang akan kita tuju nanti,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Banjar Tri Pamuji Rudianto menambahkan anggaran DPRD terpangkas hampir Rp 7 miliar untuk menyuntik dana BTT dalam penanganan Covid-19.

“Kita juga terkena rasiolisasi secara bertahap dan total anggaran DPRD yang bergeser sekitar Rp 7 miliar. Karena refocusing ini pelaksanaannya bertahap dan berdasar dari Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri,” ungkapnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.