24 ASN Ciamis Positif Covid-19, Dewan Tanyakan Strategi Pemkab

214
0
Loading...

CIAMIS – Terpaparnya 24 aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Ciamis jangan sampai membuat pelayanan publik terganggu. Apalagi dinas dan badan memiliki pekerjaan yang harus dituntaskan di akhir tahun ini. Demikian pesan anggota DPRD Komisi A Ciamis Fraksi Demokrat Nur Muttaqin SHI.

“Tinggal strateginya seperti kita belum tahu seperti apa polanya. Karena kan yang namanya pejabat tidak bisa digantikan, kecuali ada surat khusus dari bupati dengan penggantian yang bersangkutan sementara,” papar Nur Muttaqin SHI di Gedung DPRD Ciamis, Senin siang (30/11).

Sebagai wakil rakyat, Nur Muttaqin, mengaku ingin tahu teknis dan strategi Pemkab Ciamis menangani ASN, yang menjalani isolasi mandiri dan tetap melayani publik di sisi lain.

Dia mencontohkan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis. Dia ingin tahu teknis pelayanan di dinas tersebut saat ada ASN di dinas tersebut positif Covid-19 dan menjalani karantina.

“Itu sangat vital karena alur keuangan ada di sana yang ngaturnya di sana sehingga perlu kajian dan strategi kebijakan dari sana,” ujarnya bertanya.

loading...

Dia khawatir, ada pekerjaan yang sudah beres dan masyarakat sudah menerima manfaat tapi pihak ketiga atau pelaksana kegiatan tidak bisa mencairkan dana pembangunan tersebut.

“Karena terkendala pejabat yang terkena Covid -19 dan diisolasi. Bagaimana teknisnya kalau seperti itu?” kata Nur Muttaqin bertanya.

Menjawab pertanyaan Nur Muttaqin, Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis Dr H Tatang MPd menjelaskan, ASN tetap melaksanakan tugas. Mereka bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Jadi pekerjaan-pekerjaan kantor dan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan online. Itu sesuai dengan sesuai edaran Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya mengenai menjaga protokol kesehatan dan pencegahan penularan Covid-19.

Namun demikian, dia meminta maaf sebagian pelayanan, seperti contoh di BPKD terganggu sementara.

Adapun pelayanan di BPKD yang biasa dilakukan yang terkait dengan pelayanan pajak daerah, pelayanan penagihan perpajakan daerah, pelayanan bendahara umum daerah (terkait pencairan ke bank), pelayanan anggaran dan aset daerah serta fungsi akuntansi dan pelayanan keuangan.

Baca juga : Baru Dihotmix, Jalan di Pamarican Ciamis Amblas Sedalam 1,2 Meter

“Antisipasi penutupan yang kami lakukan dalam pelayanan tersebut, pelayanan dilakukan melalui aplikasi online yang kami punya, baik melalui perpajakan, penagihannya dan pembayarannya serta yang lainnya,” kata Sekda memaparkan.

Mengenai penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan pelaporan, pihaknya mengoptimalkan secara online .

Tetapi bagi masyarakat memerlukan pelayanan, kata Sekda, pihaknya menyediakan petugas tiket yang setiap saat bisa dihubungi.

“Langkah itu yang kami lakukan, sehingga tetap pelayanan kepada masyarakat diutamakan dan bisa tetap terlayani dengan baik,” kata dia menjelaskan. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.