24 ASN Indisipliner

108
0
Ir Hj Helmi Lestari MSi Kepala Bidang Penilaian Kinerja dan Pembinaan Disiplin Aparatur BKPSDM
Loading...

CIAMIS – Kepala Bidang Penilaian Kinerja dan Pembinaan Disiplin Aparatur, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM ) Kabupaten Ciamis Ir Hj Helmi Lestari MSi menjelaskan setiap tahun Pemkab Ciamis terus menegakkan aturan terhadap para abdi negara: aparatur sipil negara (ASN).

Pada 2018, Pemkab Ciamis telah melakukan pembinaan kepada ASN yang diduga melakukan pelanggaran. Para abdi negara itu ditindak karena terbukti melakukan tin­dak­an indisipliner. Jum­lahnya mencapai 24 ASN. Enam diantaranya men­dapatkan hukuman berat: dua dikenakan hukuman penu­runan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun dan empat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS atau ASN.

“Untuk sisanya yang dapat hukuman sedang atau ringan, kita lakukan pembinaan kepada mereka agar tidak mengulangi segala perbuatannya,” ujar Helmi Selasa siang (11/6) di ruangannya.

Menurut Hj Helmi, 24 ASN yang mendapat hu­kuman karena berbagai kesalahan. Mulai pelang­garan ringan, sedang hingga pelanggaran berat.

Pertama pelanggaran yang dilakukan ASN seperti penceraian tanpa izin atasan, tidak masuk kerja, penyalahgunaan wewenang dan tersandung kasus korupsi. Untuk yang tersandung korupsi ada satu ASN. Saat itu ASN tersebut bertugas di salah satu SKPD. Namun tidak amanah. Bahkan kasusnya telah inkrah sesuai putusan pengadilan. “Makanya kami berhentikan ketika putusannya telah dinyatakan inkrah dari Pengadilan Negeri Ciamis, “ ucapnya.

Adapun tiga ASN yang diberhentikan lainnya yaitu karena tidak masuk selama 46 hari lebih dalam kurun waktu satu tahun tanpa alasan yang jelas, tampa izin apapun.

Sanksi kepada empat ASN itu, kata dia, sudah sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Loading...

“Tentunya dalam memberikan sanksi tersebut, awalnya kita ketahui tetap dari laporan masyarakat dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kita tindak lanjuti,” terangnya.

Hj Helmi menerangkan, secara persentase, pelanggar kedisiplinan ASN di Kabupaten Ciamis tidak seberapa dibandingkan jumlah pegawai yang tertib aturan. Penghitungannya hanya nol koma nol sekian persen saja dari total jumlah pegawai yang ada di Kabupaten Ciamis.

“Namun tentunya diimbau kepada semua ASN agar taati peraturan dan selalu disiplin dalam bertugas,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai berapa ASN yang melakukan tindakan indisipliner di tahun 2019, Hj Helmi menjawab memang ada, namun jumlahnya belum bisa rilis ke publik. “Yang jelas ada dan lagi dalam pembinaan dulu dan tidak ada yang sampai dipecat. Namun kita upayakan saat ini masih dalam proses pembinaan,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.