25 ASN Kota Tasik Positif Covid-19, OTG Diisolasi di Hotel Crown

98
0
radartasikmalaya
Petugas Dinas Kesehatan Kota Tasik memeriksa kondisi kamar Hotel Crown, beberapa hari lalu, sebelum dijadikan tempat isolasi pasien tanpa gejala. rangga jatnika / radar tasikmalaya

TASIK – Dinas Kesehatan sudah mempersiapkan kamar-kamar di Hotel Crown untuk ditempati pasien positif Covid-19. Penempatan ditentukan oleh Satgas sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menjelaskan pasien akan mulai ditempatkan di hotel, hari ini (15/12). Karena saat ini pasien masih banyak yang mengantre untuk diisolasi. “Mudah-mudahan lancar dan besok pasien bisa masuk,” ujarnya kepada Radar, Selasa (15/12).

Meskipun pasien di tempatkan di kamar hotel, pihaknya meminta petugas secara berkala melakukan kunjungan. Pasalnya, tidak ada pemasangan CCTV di masing-masing kamar layaknya di rumah sakit.

“Karena pemantauan dengan CCTV khusus pasien dengan gejala berat,” terangnya.

Di dalam kamar pun tidak ada perubahan signifikan, bahkan peralatan kesehatan pun tidak ada. Sehingga pasien benar-benar istirahat di kamar hotel. “Paling keluar masuk saja yang tidak seenaknya,” katanya.

Namun demikian, kebijakan penempatan pasien isolasi ada di Satgas.

Baca juga : 30 Guru di Kota Tasik Layak Jadi Kepala Sekolah

Pasien tidak bisa menawar untuk ditempatkan di hotel karena menyesuaikan ketersediaan tempat dan kondisi kesehatan.

“Ini khusus pasien tanpa gejala, yang di RSUD pun kalau kondisinya sudah baik bisa saja kita tempatkan di sini (hotel),” tuturnya.

Selain penyiapan tempat, Dinas Kesehatan juga melakukan orientasi kepada para petugas yang akan ditempatkan.

Mereka adalah rekrutan dari Puskesmas dan RSUD dr Soekardjo. “Tapi perlu tetap diberi arahan, termasuk jalur yang harus mereka gunakan saat memberi pelayanan,” katanya.

Selain itu juga melakukan komunikasi dengan warga sekitar Hotel Crown. Dalam hal ini pihaknya bekerja sama dengan Satgas di tingkat Kecamatan Cipedes.

Terkait perkembangan kasus Covid-19, saat ini penambahan masih terus terjadi. Satgas mencatat ada 42 kasus baru sampai Selasa pagi, dan 223 pasien sembuh yang didominasi klaster pesantren.

Ada pun penambahan kasus masih di seputar kontak erat pasien lama. Termasuk di klaster perkantoran yang melibatkan pasien dari kalangan Aparat Sipil Negara (ASN). “Sampai saat ini sudah ada 25 ASN Pemkot yang positif,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan sudah melakukan penjajakan dengan manajemen Hotel Crown untuk dijadikan tempat isolasi, Senin (14/12). Dalam waktu dekat, hotel bintang tiga itu pun siap untuk digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan dalam pertemuan tersebut, kedua pihak pada dasarnya sudah punya kesepakatan yang sama.

Pihak manajemen bersedia menyewakan bangunan tersebut untuk digunakan jadi ruang isolasi. “Tinggal kita sesuaikan beberapa kesepakatan teknisnya,” ujar Uus kepada Radar, kemarin.

Dari hasil komunikasi tersebut, hotel crown bisa menampung sekitar 100 pasien isolasi. Karena untuk satu kamar bisa digunakan lebih dari satu pasien yang berasal dari klaster yang sama.

“Tapi kita prioritaskan pasien asimtomatik atau tanpa gejala di sini (hotel),” tuturnya.

Ke depannya, dia tinggal memasukkan perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan. Termasuk untuk membuat klinik darurat untuk memeriksa kondisi kesehatan pasien.

“Tapi tidak akan terlalu lama, karena medical equipment yang dibutuhkan tidak begitu banyak,” terangnya.

Untuk petugas yang ditempatkan di hotel, pihaknya akan memberdayakan tenaga dari RSUD dan Puskesmas. Karena perekrutan petugas yang baru masih dalam proses. “Besok (hari ini, Red) orientasi, mudah-mudahan Rabu sudah bisa berjalan,” tuturnya.

Daftar antrean pasien isolasi saat ini sudah mencapai sekitar 280 orang. Di lihat dari kapasitas, penggunaan hotel belum bisa menutupi kebutuhan.

“Makanya RS Purbaratu dan Dewi Sartika tetap lanjut kita garap, tapi mesin ipal-nya belum datang juga,” tuturnya.

Semakin tertangani pasien positif baik simtomatik dan asimtomatik, maka penanganan akan lebih efektif. Karena tidak bisa dipungkiri isolasi mandiri cukup rawan penularan.

“Mudah-mudahan tingkat penularan bisa lebih ditekan,” katanya.(rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.