2,5 M untuk Pengadaan Alat Studio di Bagian Umum Pemkab Tasik Dinilak tak Rasional

469
0

SINGAPARNA – Panitia Khusus (Pan­sus) LKPJ Bupati Tasikmalaya 2019 menyoroti pengadaan alat studio di Bagian Umum Setda Kabupaten Tasik­malaya senilai Rp 2,3 miliar. Pasalnya anggaran yang direalisasikan tidak rasional dengan barang yang dibeli.

Sekretaris Pansus LKPJ Bupati Tasikmalaya Tahun 2019, Deni Daelani menilai pengadaan alat studio atau pengadaan sarana kantor dalam judulnya, kurang rasional dengan realisasi barang yang dibelinya. Padahal anggaran tersebut dalam usulannya mencapai Rp 3 miliar dan direalisasi Rp 2,3 miliar.

Baca juga : 1 Pasien Positif Bisa Menulari 32 Orang, Kasus di Kota Tasik Bertambah

“Isi pengadaan alat studio itu isinya satu unit lensa kamera, memori kamera, lens hood, satu unit flash kamera, dua unit mic kancing, tujuh unit handy talky, tujuh unit kamera, dua unit wireless dan satu paket video wall dan di sini tidak mencantumkan harga per barangnya,” ujarnya kepada Radar, Sabtu (18/4).

Deni menilai pengadaan ini menunujukkan perencanaan yang tidak matang, asal-asalan dan tidak masuk dalam skal prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya anggaran yang dikeluarkannya sangat besar kalau untuk pengadaan alat-alat studio tersebut. “Apakah alat-alat itu dibutuhkan oleh masyarajat tidak?. Dan juga dibutugkan oleh ASN dalam menunjang kinerja tidak?,” kata Deni mempertanyakan.

Menurutnya, sejauh ini masih banyak kebutuhan masyarakat yang jauh lebih penting dibanding pengadaan alat studio senilai Rp 2,3 miliar. Bahkan dengan anggaran tersebut bisa melakukan program yang jauh lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Pengadaan alat studio ini bukti tidak mencerminkan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

“Kegiatan pengadaan alat studio ini mencerminkan orientasi bagaimana cara menghabiskan anggaran secepatnya, bukan karena kualitas pembiayaan itu sendiri,” ujarnya, menambahkan.

Sebenarnnya, kata Deni, masih banyak program atau kegiatan lain yang tidak mencerminkan skala prioritas. Baik untuk menunjang kinerja ASN atau kepentingan masyarakat. “Ini juga menunjukkan tata kelola perencanaan yang tidak baik,” ucapnya.

Baca juga : 15 Wartawan Kota Tasik Negatif Corona, Hasil Rapid Test

Menyikapi ini, lanjut dia, pansus akan mem­­pertanyakan kepada Bagian Umjm yang menjadi leading sektor pengadaan ini. “Termasuk kami akan lihat studionya seperti apa dan barang-barangnya yang seharga Rp 2,3 miliar ini bagaimana. Kita juga akan tanyakan proses lelangnya seperti apa,” ujarnya, menegaskan.

Saat dikonfirmasi Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya Asep Ahmad terkait pengadaan alat studian senilai 2,3 milir tidak rasional belum memberikan penjelasan secara rinci. “Besok ketemu di kantor, sekarang saya di luar kota,” katanya melalui pesan WhastApp, Minggu (19/4). (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.