Rata-Rata Sebagai Tenaga Kerja

254 Warga Asing Berkeliaran

350
0
Loading...

TASIK –  Kantor Imigrasi Tasikmalaya mencatat hingga April 2018 sebanyak 254 Warga Negara Asing (WNA) berkeliaran di wilayah Priangan Timur. Satu orang sudah dideportasi karena melanggar batasan waktu tinggal atau over stay (melebihi izin tinggal, Red).

Dari data yang dihimpum Kantor Imigrasi Tasikmalaya 254 WNA tersebut,  21 orang tinggal di Kota Tasikmalaya, 63 di Kabupaten Tasikmalaya, 78 di Kabupaten Garut, 60 di Kabupaten Pangandaran, 25 di Kabupaten Ciamis dan 7 di Kota Banjar.

Kasi Informasi Sarana Komunikasi (Insarkom) Kantor Imigrasi Tasikmalaya Idha Ismawati menuturkan dari 254 WNA, 41 diantaranya merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA). Mereka tersebar di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,  Kota Banjar dan Kabupaten Garut. “Untuk Ciamis dan Pangandaran tidak ada TKA,” ungkapnya.

Para WNA yang tidak menjadi tenaga kerja di wilayah Priangan Timur, kata Idha, merupakan turis atau wisatawan serta orang asing yang menikah dengan warga pribumi dan pelajar.  Sementara ini administrasi dari para WNA tidak mengalami permasalahan. “Tapi ada satu yang kita deportasi dari Kabupaten Tasikmalaya, karena over stay (melebihi izin tinggal),” ungkapnya.

Disinggung adanya WNA yang melakukan tindakan kejahatan di Kota Tasikmalaya. Hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan. Hal itu karena penegakan hukum pidana lebih ditangani oleh aparat kepolisian. ”Setelah itu baru kami tangani dengan mengembalikan dia ke negara asal,” katanya.

Loading...

Upaya deportasi sangat perlu dilakukan khususnya ketika seorang WNA melakukan kejahatan di Indonesia termasuk Priangan Timur. Pasalnya negara pun tidak akan membiarkan masyarakat terancam. “Kalau membahayakan warga ya harus dideportasi,” katanya.

Untuk temuan Imigran gelap, pihaknya belum menemukan sejak lima tahun terakhir. Terakhir kali yakni pada tahun 2013 dimana puluhan WNA asal timur tengah yang tidak memiliki izin tinggal di wilayah Kabupaten Garut.

BENTUK TIM PORA

Sementara itu, jumlah Warga Negara Asing (WNA) di Jakarta Selatan terus meningkat. Keberadaan mereka mendapat perhatian besar dari Kemenkumham DKI Jakarta.

Untuk menghindari penyalahgunaan visa, dibentuklah Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di tingkat kecamatan. Sebelumnya, tim ini juga sudah dibentuk perwilayah administrasi.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Bambang Sumardiono menegaskan, peran Tim Pora sangat penting dalam membantu mengawasi berbagai bentuk pelanggaran yang dilakukan WNA. Khususnya terkait waktu kunjungan yang ditetapkan pihak imigrasi.

“Jumlah orang asing di Jakarta Selatan terus meningkat. Hingga 7 Mei 2018 sudah menyentuh angka 22.942. Pihak imigrasi tidak bisa mengawasi semua WNA itu. Maka itu, perlu dukungan dan peran warga sekitar dan tokoh masyarakat,” ujarnya  beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan keberadaan Tim Pora tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan membludaknya orang asing pasca keluarnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang diteken presiden beberapa waktu lalu. Ditambah lagi, adanya kebijakan bebas visa untuk 169 negara yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 21 Tahun 2016. (rga/jpg/bli)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.