Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.1%

3.5%

23.6%

2.3%

45%

0.1%

16.7%

0%
Motivasi Guru Jadi Kepsek Disebut Alami Penurunan

26 Kepala SD di Banjar Akan Pensiun

42
0
LIHAT DATA. Kabid Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Dedi Suardi ditemui di ruang kerjanya.
LIHAT DATA. Kabid Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Dedi Suardi ditemui di ruang kerjanya.

BANJAR – Sebanyak 16 kepala sekolah dasar (SD) tahun ini akan memasuki masa pensiun. Tahun depan pun akan ada 10 kepala sekolah dasar pensiun. Namun hingga kini calon penggantinya rata-rata belum memiliki sertifikat kepala sekolah.

“Jumlah totalnya sekitar 26 orang. Kendalanya untuk para calon pengganti belum memiliki sertifikat kepala sekolah, jadi terpaksa tahun depan kita menganggarkan untuk melaksanakan diklat (pendidikan dan latihan) untuk 40 orang calon kepala sekolah,” kata Kepala Bidang Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Dedi Suardi Kamis (14/11).

Ia menjelaskan anggaran untuk diklat sudah disiapkan sebesar Rp 270 juta. Tujuan diklat supaya para calon pengganti kepala sekolah mengantongi sertifikat untuk menjabat sebagai kepala sekolah dasar.

“Aturannya sekarang harus memiliki sertifikat kepala sekolah. Nanti untuk peserta diklat yang lolos ini akan mengisi jabatan kepala sekolah dasar yang ditinggal pensiun,” kata Dedi.

Sebelum diklat, calon kepala sekolah harus terlebih dahulu mengikuti seleksi administrasi dan akademik. Jika lokos maka dikirimkan untuk mengikuti diklat.

“Pelaksanaan sendiri dilakukan tahun depan. Untuk tingkat SMP masih aman. Karena yang banyak pensiun adalah kepala SD,” kata Dedi.

Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan Diky Agustaf menyambut baik akan dilaksanakannya diklat untuk calon kepsek. Setidaknya, kata dia, ada itikad untuk pengkaderan kepsek.

Namun, kata dia, hal itu juga akan menjadikan masalah, dimana sekolah dasar khususnya akan mengurangi jumlah guru kelas.

“Forum Pemuda Peduli Pendidikan merasa miris melihat motivasi guru saat ini berkurang untuk menjadi kepsek. Hal ini harus dicari akar permasalahan, kenapa banyak guru yang enggan dicalonkan atau mencalonkan untuk menjadi kepsek,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.