27 Sopir Ambulan Ciamis yang Diperbantukan di Tim Covid-19 dengan Honor Rp300 ribu Sebulan

217
0
Para sopir ambulan Ciamis tampak mengenakan APD Covid-19. Foto: iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS – Ketua Paguyuban Sopir Ambulans Kabupaten Ciamis Darso menjelaskan 27 anggotanya masih status honorer.

Meski begitu, status honorer tak mengendurkan mereka untuk siaga 24 jam. Apalagi saat ini Ciamis dalam pandemi Covid-19. Meskipun honor per bulannya hanya Rp 300.000.

“Apapun yang terjadi selama 24 jam kami siaga terus dalam penanganan Covid-19 ada yang siaga di puskesmas atau seperti saya diperbantukan siaga di Posko Covid-19 Kabupaten Ciamis,” jelas Darso yang mengaku sedang mengantar sampel tes Covid-19 ke Bandung Selasa (28/4).

Baca juga : Pengendara Mio Warga Jatinagar Ciamis Terjun ke Sungai dan Ditemukan Warga Tewas

Saat pandemi corona, semua sopir ambulans, kata Darso mengikuti protokol kesehatan. Mereka memakai alat pelindung lengkap (APD). Menurutnya, menggunakan APD itu panas. Karena tubuhnya harus tertutup.

“Jujur kalau lagi bertugas pakai baju APD itu sebelum bulan Ramadan harus ditahan, baik lapar dan bahkan haus sekalipun.

Karena kalau dibuka hanya sekadar untuk makan, APD harus ganti lagi, sementara satu APD mahal satu set itu bisa sampai Rp 1,5 juta,” ujarnya. “Jadi kalau sopir itu yang mengenakan APD bila proses penanganan corona,” tambahnya.

Darso mengaku pernah bagian tim yang ikut menangani korban meninggal akibat corona.

“Pernah pemakaman yang PDP sampai sembilan jam. Beres itu baru tim bisa buka APD dan makan,” papar Darso yang kesehariannya sebagai sopir ambulans di Puskesmas Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Darso menjelaskan proses pemakaman pasien corona membutuhkan perjuangan. Dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Ciamis kadang ada satu atau dua orang yang menemaninya menuju pemakaman.

Nantinya kalau sudah di tempat pemakaman, ada petugas yang membantu lagi.

“Makanya penuh perjuangan dan garda terdepan, tentunya harapan semua sopir ambulans di Ciamis ada perhatian lebih dari pemerintah, karena honornya juga sangat minim per bulannya, ada yang Rp 300.000,” ujarnya.

Asep Wardiawan, kolega Darso di Paguyuban Sopir Ambulans, mengaku setiap hari bekerja di Puskesmas Kecamatan Kawali. Sama dengan Darso, dia siaga 24 jam.

Baca juga : Bupati Ciamis Minta Pemdes Sediakan Ruang Isolasi Bagi Pemudik dari Zona Merah, Kades Kesulitan

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah pusat soal nasib mereka. Karena memang, kata dia, penghasilan sopir ambulans masih sangat minim.

Per bulannya mereka hanya menerima honor Rp 300.000. Ada juga yang Rp 400.000 hingga Rp 500.000.

Makanya kebutuhan sehari-hari dengan kondisi seperti ini benar tidak cukup, terkadang dia mencari sampingan lain ataupun mengandalkan warga yang memberi.

“Semoga pemerintah pusat bisa membantu kami, karena jelas terdampak corona,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.