270 Orang Gila Masuk DPT

62
DATA PEMILIH. Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut Junaidin Basri (kanan) dan Komisioner KPU Dindin A Zaenudin menunjukkan DPT Kabupaten Garut pada Pemilu 2019 Jumat (8/2). Sebanyak 270 diantaranya merupakan orang dengan gangguan jiwa.Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Sebanyak 270 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Garut terdaftar sebagai pemilih dalam Pemilu 2019. Pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) ini berada pada kategori keterbelakangan mental atau tuna grahita.

“Jadi bukan orang gila yang ada di jalanan, tetapi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dan mempunyai NIK (nomor induk kependudukan) serta terdaftar di Disdukcapil. Itu yang masuk DPT,” ujar Komisioner KPU Garut Dindin A Zaenudin kepada wartawan di kantornya Jumat (8/2).

Dalam pelaksanaan pencoblosan pada 17 April 2019, masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental tersebut harus membawa surat keterangan dari dokter jiwa bahwa yang bersangkutan bisa menyalurkan hak pilihnya. “Kalau ada surat dari dokter jiwa, dipastikan orang itu dalam keadaan sembuh (normal) sehingga bisa menyalurkan hak pilihannya,” katanya.

Ditanya apakah ada pendampingan atau tidak saat pencoblosan, Dindin mengaku belum menerima surat edaran dari KPU pusat terkait masalah tersebut. Tetapi sejauh ini dalam peraturan KPU tidak disebutkan secara detail terkait pemilih dengan gangguan jiwa. “Kalau nanti ada surat edarannya kami akan menyiapkan (pendamping). Tetapi untuk saat ini belum ada aturan terkait itu,” paparnya.

Didin menerangkan dalam Pemilu tahun ini pemilih dengan kategori disabilitas berjumlah 2.609 orang. Dari jumlah tersebut, pihaknya membagi menjadi lima kategori, yakni tuna daksa sebanyak 635 orang, tuna netra 495 orang, tuna rungu dan wicara 534 orang, tuna grahita 270 orang serta disabilitas lainnya berjumlah 656 orang. “Untuk orang gila itu masuk dalam katagori tuna grahita yang jumlahnya 270 orang,” katanya.

Pemilih tuna grahita ini tersebar hampir di seluruh kecamatan di Garut. “Kalau jumlahnya segitu (270), itu hasil pleno dan sudah dimasukan pada Sidalih (Sistem Data Pemilih) juga,” terangnya.

Dia menambahkan saat ini jumlah DPT Kabupaten Garut mencapai 1.895.779 orang. Terdiri dari laki-laki 963.911 orang dan perempuan 931.868 orang. Jumlah pemilih saat ini mengalami kenaikan dari DPT pada Pilkada Garut 2018 yang berjumlah 1.801.630 orang.

“Kenaikan ini selain adanya pemilih pemula, juga adanya perpindahan penduduk dari wilayah lain ke Garut. Selain itu adanya anggota TNI/Polri yang pensiun, sehingga saat ini masuk DPT,” terangnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.