287 Santri di Cibeureum Kota Tasik Positif Corona, 237 Sembuh

206
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Mayoritas santri positif Covid-19 dari salah satu lingkungan pesantren di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, sudah dinyatakan sembuh.

Dari sekira 287 santri yang terkonfirmasi positif, sekira 237 santri di antaranya telah dinyatakan sehat atau sembuh setelah melewati isolasi mandiri.

Kepala Puskesmas Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, M Ginanjar mengatakan, secara total terdapat 287 santri yang terkonfirmasi di lingkungan pesantren itu.

Para santri di pesantren itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan uji usap (swab test) massal.

“Swab massal pertama itu ada 48 santri yang dinyatakan positif. Lalu kemudian kita tes kepada 400-an santri, ada 190 yang positif. Terkahir ada lagi 49 yang positif. Jadi total semuanya 287 santri,” katanya kepada wartawan, Minggu (13/12) sore.

Namun, terang dia, para santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 mayoritas telah dinyatakan sembuh.

Ia menyebutkan, sebanyak 237 santri yang telah menjalani isolasi mandiri di pesantren tersebut telah dinyatakan sehat.

Para santri yang sehat tersebut sudah diperbolehkan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.

“Karena kan saat ini sudah masuk liburan semester, jadi sebagian santri yang telah dinyatakan sehat, boleh pulang,” terangnya.

Ia membeberkan, hampir semua santri yang positif di pesantren itu tak memiliki gejala (asimtomatik). Karenanya, para santri hanya menjalani isolasi mandiri di lingkungan pesantren.

Saat ini, masih terdapat sekira 50 santri positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di pesnatren tersebut.

Petugas kesehatan juga masih terus melakukan penelusuran kontak erat pasien yang terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat menuturkan, penanganan Covid-19 di pesantren yang berlokasi di Kecamatan Cibeureum itu merupakan proyek percontohan program pesantren tangguh Covid-19.

Dalam penanganannya, para santri terkonfirmasi positif Covid-19 diisolasi secara di gedung yang terdapat di lingkungan pesantren secara terpisah. Dengan begitu, kegiatan di dalam pesantren tetap dapat berjalan.

Menurut dia, meski saat ini telah memasuki masa libur di pesantren, tapi sebagian besar santri masih memilih bertahan di pesantren.

Uus menambahkan, kegiatan di pesanten tersebut saat ini hanya sekadar mengaji atau shalat bersama di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kendati kegiatan berjalan, santri yang bisa beraktivitas hanya yang telah dipastikan sehat.

“Kita sudah petakan lokasi di sana sesuai dengan yang positif, kontak erat, atau sehat. Para santri juga kita sematkan pita di bajunya masing-masing. Itu sebagai tanda mereka positif atau negatif,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.