Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

29.600 Lembar Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Siap Edar Disita Polres Tasik, 4 Tersangkanya Diringkus

237
0

KABUPATEN TASIK – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya mengamankan 29.600 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu saat Operasi Ketupat Lodaya di Pos Penjagaan Perbatasan Cikunir Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (11/05) lalu.

Uang palsu tersebut dibawa oleh dua pria asal luar daerah dalam mobil Toyota Kijang warna Silver bernomor polisi F 1763 AQ yang hendak masuk ke wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

“Saat operasi Ketupat Lodaya Polres Tasikmalaya, sekaligus pos gabungan PSBB kita telah mengamankan uang palsu di Pospam Cikunir, Singaparna (pos perbatasan),” ujar Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana, kepada wartawan saat rilis kasus tersebut, Rabu (13/05).

Berita terkait : Pembawa Uang Palsu ke Tasik Mau Ketemuan Orang Pintar, Untuk Dijadikan Asli

“Awalnya kita periksa kendaraan asal luar daerah. Saat digeledah, ditemukan uang palsu sebanyak 29.600 pecahan Rp100.000 yang hendak masuk ke wilayah Kabupaten Tasik. Dua tersangka kita amankan,” sambungnya.

Hasil pengembangan kasus oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya, ditemukan dua pria lagi yang menyimpan uang palsu tersebut dan masih asal luar daerah.

Namun, sesuai keterangan para tersangka jumlah uang palsu belum pernah diedarkan dan jumlahnya masih sama saat dibawa dari daerah Jakarta.

“Kita masih dalami apakah uanh palsu itu diproduksi sendiri atau berkaitan dengan sebuah sindikat,” tambah Hendria.

Adanya temuan uang palsu saat bulan Ramadhan ini, lanjut Hendria, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya untuk memastikan uang palsu atau asli.

Namun, setelah diteliti oleh BI diketahui bahwa uang yang dibawa oleh keempat tersangka palsu.

“Tersangka berinisial MD, NF, MS dan JU asal Jakarta, Cianjur dan Tanggerang. Mereka dipastikan telah membawa uang palsu dari luar daerah akan masuk ke wilayah hukum Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap Hendria.

Kini, keempat tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mako Polres Tasikmalaya.

Para tersangka disangkakan Pasal 36 Ayat 2 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 Miliar.

“Setelah pengembangan kita tangkap 4 tersangka yang seksrang sudah dilakukan penahanan,” pungkasnya.

(rezza/age)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.