29 Orang Positif DBD

22

SINGAPARNA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 29 orang positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Dua di antaranya meninggal dunia saat dirawat di RS dr Soekardjo.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Atang Sumardi menjelaskan sampai pertengahan Februari sudah 29 warga positif DBD dan dua orang asal Kecamatan Manonjaya meninggal.

Menurut Atang, 29 orang itu tersebar di Kecamatan Manonjaya, Cineam, Sukarame, Ciawi, Puspahiang, Salawu dan Singaparna. “Yang paling banyak di Manonjaya sampai ada lima kasus termasuk yang dua meninggal,” kata Atang saat di wawancara Radar di Pendopo Baru Singaparna, Kamis (14/2).

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan melakukan antisipasi dengan menginstruksikan kepada setiap puskesmas untuk melakukan sosialisasi, bagaimana upaya pencegahan dan pengendaliannya.

“Pemberantasan sarang nyamuk harus betul-betul dilakukan dengan 3M, yaitu mengubur, menutup dan menguras. Jika menemukan genangan air atau tempat sarang nyamuk langsung saja 3M,” paparnya.

Selain itu, kata Atang, dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan untuk jentiknya bisa dicegah melalui gerakan 3M. Apabila cara tersebut dilakukan secara masif, penyebaran demam berdarah bisa ditanggulangi.

Terpisah, Plh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Faisal Suparyanto menambahkan untuk fogging sudah dilaksanakan di Kecamatan Sukarame, Singaparna, Puspahiang dan Pagerageung. “Ada 11 daerah endemis DBD. Di antaranya Manonjaya, Singaparna, Sukarame, Ciawi, Salawu, Pagerageung dan Cikatomas,” pungkasnya. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.