29 Warga Garut Meninggal Selama Pandemi Covid-19

2328
0
PAPARAN. Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat membeberkan terkait perkembangan pandemi Covid-19. yana taryana / rakyat garut
PAPARAN. Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat membeberkan terkait perkembangan pandemi Covid-19. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, sampai Kamis (14/5) sebanyak 29 orang meninggal dunia selama pandemi Covid-19.

Dari puluhan orang yang meninggal dunia, hanya satu orang yang diketahui positif mengidap virus corona. Sisanya berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Untuk yang ODP sampai saat ini sudah 13 orang yang meninggal. Sementara PDP itu 15 orang,” ujar Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat kepada wartawan kemarin.

Ricky menerangkan terus bertambahnya orang yang meninggal selama pandemi Covid-19, Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 melakukan upaya preventif dan deteksi dini terhadap penyebaran virus corona di masyarakat.

Baca Juga : Lagi, 1 Pasien Positif Corona di Garut Sembuh dan Sudah Pulang ke Selaawi

Salah satu yang dilakukan yakni mengintensifkan kegiatan-kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat dan pengguna jalan di seluruh cek poin selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pada PSBB ini kita menyiapkan 22 pos cek poin, 2 pos drive thrue, 15 pos di pusat perbelanjaan. Di pos-pos ini kita maksimalkan pengecekan kesehatan dan RDT (rapid diagnostic test),” terangnya.

Hasil RDT yang dilakukan di pusat perbelanjaan pada Kamis (14/5), terang dia, tim penanganan menemukan tiga pengunjung reaktif. Ketiga orang ini berasal dari Kecamatan Bayongbong, Tarogong Kidul dan Samarang.

“Ketiganya langsung dibawa ke tempat isolasi di Rumah Sakit Medina untuk diperiksa lebih lanjut. Kita juga akan mengambil sampel swab ketiga orang yang reaktif ini untuk diperiksa ke Laboratorium Bandung,” terangnya.

Ricky menerangkan sampai saat ini sudah ada 1.932 orang yang sudah diperiksa melalui RDT. Pemeriksaan dilakukan di seluruh cek poin selama PSBB.

Selain menemukan tiga warga reaktif, tim juga melaporkan ada penambahan tujuh orang dalam pemantauan (ODP). Dari Kecamatan Sukawening dua orang dan Kecamatan Cibalong, Tarogong kaler, Cilawu, Cibiuk, Tarogong Kidul satu orang. Dengan adanya penambahan itu, jumlah ODP kini 2.539 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 114 kasus masih pemantauan, 4 dalam perawatan dan 2.421 selesai pemantauan, dimana 13 diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga : Dites Rapid Lagi, 1 Wartawan & 6 ASN Garut Hasilnya Nonreaktif

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 58 kasus. Diantaranya 5 kasus dalam perawatan dan 53 kasus selesai pengawasan. Dari total tersebut 15 diantaranya meninggal dunia. Untuk orang tanpa gejalan, totalnya 744 orang, dimana 312 masih dalam tahap observasi dan 432 selesai masa observasi.

“Kalau yang konfirmasi plus, totalnya masih 11 orang. Dua di antaranya sembuh, satu meninggal dan sisanya masih dalam perawatan,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.