3.740 TPS Pilbup Tasikmalaya Dijaga 7.816 Petugas

147
0
istimewa BERGEBIRA. Warga Desa Karangresik Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya bergembira saat difoto dengan simulasi kertas suara beberapa waktu lalu. Pada 9 Desember 2020, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya akan memberikan suaranya di Pilkada Serentak.

TASIK – Besok (9/12), warga Kabupaten Tasikmalaya memilih pemimpin baru. Diharapkan masyarakat Kota Seribu Pesantren itu bisa menyalurkan hak pilihnya dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Untuk itu, tokoh ulama dan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya mengajak masyarakat atau pemilih di Pilkada Tasikmalaya antusias menyalurkan hak pilihnya.

Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam mengatakan dalam syariat agama Islam, memilih pemimpin menjadi suatu kewajiban bagi seorang muslim. Karena tidak dibenarkan di suatu negara atau bangsa terjadi kekosongan kepemimpinan.

“Sebab menurut hukum Islam memilih pemimpin itu wajib. Maka sebagai warga negara yang memiliki hak pilih dan sebagai seorang muslim yang baik harus datang ke TPS. Dengan menerapkan protokol kesehatan,” ajak KH Atam kepada Radar, Senin (7/12).

KH Atam mengaku dalam setiap pengajian dan kesempatan bertemu masyarakat, pihaknya selalu mengajak dan mengingatkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk datang ke TPS.

“Saya berharap 90 persen dari jumlah pemilih bisa menyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember nanti untuk menentukan nasib daerah lima tahun ke depan,” tuturnya.

Baca juga : Dinas Perindustrian Kembangkan & Pasarkan Produk Unggulan Kabupaten Tasik Secara Online

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya, KH Edeng ZA mengatakan bahwa memilih pemimpin dalam Islam apalagi ahlusunnah waljamaah wajib, tidak boleh ada kekosongan kepemimpinan.

“Tinggal masyarakat memilih dengan hati nuraninya sendiri,” ujar dia.

Menurut KH Edeng, di dalam Islam musyawarah dengan keluarga atau saudara dan istikharah bisa menjadi jalan sebelum menentukan pilihan terhadap calon pemimpin yang saat ini menjadi peserta di Pilkada Tasik.

“Mudah-mudahan dengan musyawarah dan istikharah tidak akan menyesal dikemudian hari atau merugi. Karena sebagai muslim kita berdoa kepada Allah SWT, meminta pemimpin yang mengajak masyarakatnya beriman dan bertakwa,” ungkap dia.

Terpisah, Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kompol Kresno mengatakan sebanyak 1.321 personel kepolisian dari Polres Tasikmalaya dan Kota dibantu BKO Brimob dari Polda Jabar dan Polres Garut diterjunkan dalam mengamankan jalannya masa pencoblosan di Pilkada Tasikmalaya.

“Untuk pengamanan di TPS sendiri, jumlahnya ada 1.321 personel. Dibantu TNI sebanyak 110 personel dan instansi lainnya Satpol PP, Dishub, Dinkes, Damkar, Linmas dan lainnya sebanyak 6.345 orang,” tuturnya.

“Linmas untuk disiagakan di 2.571 TPS. Jadi jumlah keseluruhannya personel pengamanan di TPS ada 7.816 orang,” tambahnya.

Untuk teknisnya, kata dia, personel akan disebar di per delapan TPS, dengan satu personel Polri dibantu TNI dan Linmas. “Mereka nantinya kan berjaga secara ketat di 3.740 TPS di Pilkada Tasikmalaya,” paparnya.

Apalagi, sambung dia, pihaknya telah melakukan simulasi dan pergeseran personel pengamanan di Pilkada Tasik sebagai langkah pengamanan di TPS. Khususnya menjaga di titik kerawanan wilayah penyebaran Covid-19 dan bencana alam seperti banjir dan longsor di wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

“Bagi titik kerawanan penyebaran Covid-19 memang ada sekitar 20 kecamatan yang diantisipasi bersama Tim Gugus Tugas Covid-19,” terangnya.

Adapun, titik kerawanan bencana alam longsor dan banjir yang menjadi prioritas yakni Parentas Cigalontang, Salawu dan Cipatujah. “Maka personel akan disiapkan di titik-titik rawan bencana agar saat pencoblosan logistik bisa dijaga, aman dan terhindar bencana,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.