3.872 Pelaku UMKM Kota Banjar Terima Bantuan Modal, Segini Nominalnya..

719
5
SERAHKAN BANTUAN. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih didampingi Wakil Wali Kota H Nana Suryana beserta Forkopimda secara simbolis menyerahkan bantuan modal usaha bagi para pelaku UMKM, Selasa (6/10). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Sebanyak 3.872 penerima usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Banjar mendapatkan bantuan modal dalam jaring pengaman ekonomi.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih di aula Kantor Pos Banjar, Selasa (6/10).

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menjelaskan, awalnya yang didata sebanyak 4.500 pelaku usaha, namun dilakukan verifikasi oleh tim, maka yang mendapatkan bantuan modal 3.872 pelaku UMKM.

“Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) kita salurkan JPE (Jaring Pengaman Ekonomi, Red) dan sebelumnya pemerintah telah memberikan bantuan JPS ke pasien di rumah sakit yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar dia di sela penyaluran JPE.

Dampak Covid-19, kata dia, bukan hanya di bidang kesehatan dan ekonomi, tapi juga pendidikan, sosial, budaya dan lainnya. Maka bantuan modal bagi UMKM itu bisa dimanfaatkan dengan baik.

Kata dia, bantuan modal harus betul-betul dijadikan modal untuk menjalankan usahanya kembali. “Mereka yang menerima bantuan modal tepat sasaran karena sudah diverifikasi oleh tim dari APH dan benar-benar dari pelaku usaha yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banjar Edi Herdianto S.Sos menambahkan, bantuan total modal untuk UMKM tersebut Rp 3.872.000.000. Setiap penerima dapat bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Kita kerja sama dengan kantor Pos sebagai mitra penyalurnya langsung ke penerima,” tandasnya.

Mereka yang mendapatkan bantuan modal tersebut dengan kriteria pelaku usaha kecil menengah yang tidak berjalan sama sekali akibat pandemi Covid-19. Mereka membutuhkan penguatan modal.

“Dengan adanya bantuan modal ini para pelaku usaha bisa mengembangkan usaha mereka kembali, sehingga tidak perekonomian bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya berharap.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Tatang Nugraha menambahkan JPE sudah mulai didistirbusikan oleh PT Pos Banjar. Bantuan berupa uang tunai untuk modal usaha itu diberikan kepada 3.372 orang atau pelaku UKM. Besarannya variatif mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Jaring Pengaman Ekonomi mulai disalurkan hari ini (kemarin, Red). Kami menargetkan empat hari tersalurkan kepada penerima sebanyak 3.872 UMKM. Penyalurannya dilakukan oleh PT Pos Banjar, mudah-mudahan tepat waktu dan sesuai target,” kata Tatang Selasa (6/10).

Ia menjelaskan program pemulihan ekonomi sangat penting dalam situasi pandemi Covid-19. Sebab, rata-rata para pelaku UKM terancam gulung tikar akibat penjualannya merosot dan lesunya daya beli.

Sehingga, untuk menghidupkan sektor ekonomi pihaknya mengajukan program pemulihan ekonomi berupa bantuan suntikan modal bagi para UKM, supaya bisa bertahan dalam gempuran krisis ekonomi akibat wabah virus corona. Pihaknya mendapat anggaran sekitar Rp 4,6 miliar untuk program stimulan bantuan modal UKM tersebut.

“Kita programkan stimulan ekonomi. Bagaimana supaya pelaku UMKM di Kota Banjar bisa berjalan lagi. Nanti para penerima bantuan modal ini tidak boleh sembarangan dalam mem­be­lanjakan uangnya, jangan yang konsumtif. Tapi harus digunakan untuk modal usaha,” kata Tatang. (nto/cep)

Loading...
loading...

5 KOMENTAR

  1. dpt kabar ada bantuan ,,tp ga pernah dapat..
    tolong dong pemerintah yg mendata dan mantau langsung,,, biar tepat sasaran
    hususnya di wilayah waringinsari (langensari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.