Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

3 Bakal Calon Berebut Sisa 3 Partai di Pemilihan Bupati Tasik

3280
2

TASIK – Waktu pendaftaran pasangan calon ke KPU di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020 tinggal tiga hari lagi. Konstalasi politik terus berjalan dinamis dan bisa berubah setiap menit bahkan detik.

Kini tinggal tersisa tiga partai politik yakni Gerindra (9 kursi), Demokrat (5 kursi) dan PAN (5 kursi) yang belum menentukan sikap secara resmi. Jika digabungkan total 19 kursi akan menjadi kekuatan besar dalam Pilkada Serentak tersebut.

Baca juga : Yusuf Kembali Pimpin DPD Golkar Kota Tasik Periode 2020-2025

Lalu kemanakah tiket ketiga parpol tersebut akan berlabuh? Saat ini ada tiga bakal calon bupati yang masuk menunggu “ takdir” untuk bisa daftar ke KPU. Mereka adalah H Azies Rismaya Mahpud (ARM), Ahmad Tazzaka Bonanza (AKA) dan KH Asep Maoshul Affandy.

Hingga kemarin (31/8), ke tiga kandidat yang menyatakan maju sebagai bakal calon orang nomor satu di Kota Seribu Pesantren itu masih menunggu “surat sakti” dari DPP masing-masing parpol yang diincar menjadi perahu politik di Pilkada Tasikmalaya.

Hal ini pun, mengakibatkan dinamisasi perubahan SK rekomendasi parpol semakin kentara. Alias tidak bisa ditebak, siapa akan diusung mana. Semuanya masih abu-abu. Padahal waktu pendaftaran hampir memasuki masa injury time.

Bakal Calon Bupati Tasikmalaya H Azies Rismaya Mahpud (ARM) optimis ketiga parpol tersebut bisa mengusungnya untuk mendaftarkan diri ke KPU.

“Saya optimis ketiga partai tersebut akan menjadi perahu politik sebagai tiket pendaftaran ke KPU,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Apalagi, kata Azies, dirinya telah memiliki hubungan kedekatan dan emosional dengan ketiga parpol tersebut. ”Kita sudah yakin berangkat dari Gerindra, Demokrat dan PAN. 1-2 hari ini akan segera keluar SK rekomendasinya,” papar Azies.

Sementara itu, Ahmad Tazzaka Bonanza (AKA) diketahui secara masif terus melobi ketiga parpol tersebut untuk bisa mendaftarkan diri ke KPU. AKA yang didukung jaringan Ponpes Idrisiyah itu berharap SK bisa secepatnya keluar sebelum H-1 pendaftaran. ”Kita masih terus berikhtiar dan berdoa, saya optimis bisa meyakinkan ketiga parpol tersebut,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, AKA sangat memiliki kans besar diusung Gerindra, Demokrat dan PAN. Sebab gerilya yang dilakukan AKA selama ini mampu mengkatrol popularitas dan elektabilitasnya di Pilkada Tasikmalaya.

Sedangkan, KH Asep Maoshul Affandy pernah mengatakan jika dirinya sudah melaksanakan tugas yang dimandatkan DPP PAN kepadanya.

“Sudah saya jalankan (surat tugas DPP PAN, Red). Baik mencari pendamping (calon wakil bupati) ataupun menjalin komunikasi dengan semua parpol untuk membangun koalisi,” ujar KH Asep kepada Radar, Jumat (14/8).

Menurut KH Asep, dirinya sangat perlu menjalin komunikasi dengan parpol lain. Untuk memenuhi persyaratan mendaftar ke KPU Kabupaten Tasikmalaya. ”Kursi PAN baru lima, berarti kurang lima kursi lagi. Dan ini tantangan saya bagaimana bisa memenuhi kekurangan syarat tersebut,” ungkap anggota DPR RI Fraksi PPP tersebut.

Kala itu, KH Asep mengakui yang paling intens membangun komunikasi dan dekat saat ini yakni Partai Demokrat. “Mudah-mudahan tidak meleset, Demokrat bisa berlabuh di saya. Kita sampai hari ini (kemarin, Red) sangat intens dengan Demokrat,” ungkap dia.

Termasuk, dirinya telah komunikasi, dengan pengurus Partai Gerindra baik di tingkat provinsi dan pusat secara personal. “Alhamdullilah, teman-teman di Gerindra sangat baik dan terbuka. Saya sangat mengapresiasi,” katanya.

Terpisah, Pengamat Politik Tasikmalaya, Asep M Tamam mengatakan segenap upaya meraih SK DPP sudah dilakukan bakal calon. Tetapi SK DPP itu seperti makhluk gaib bagi para politisi “pemburu” rekomendasi pencalonan

“SK DPP biasanya turun pada saat injury time­ (satu minggu sebelum pendaftaran ke KPU, Red) setelah kalkulasi matang dengan dasar perkembangan konstalasi yang berkembang,” ujarnya kepada Radar, Minggu (30/8).

Telatnya SK DPP turun kepada bakal calon, sambung Asep, akibat tak ada standar baku keluarnya SK. Karena tidak komprehensif mengetahui kondisi di daerah, justru yang paling tahu konstalasi sesungguhnya adalah DPC. “Sebenarnya yang mengejar SK DPP (bakal calon, Red) sudah mengetahui kemungkinan-kemungkinan, yang di antaranya adalah kesiapan masalah ‘kontribusi’,” paparnya.

Apalagi, kata Asep, kriteria DPP mengeluarkan SK lebih didasari kemungkinan kemenangan pihak yang diberikan SK. Setelah menerima masukan-masukan tentang bakal calon, juga oleh kedekatan psikologis bakal calon.

“Biasanya setelah SK diberikan, tentu DPP juga memberi kontribusi tentang strategi pemenangan. Pilkada menjadi semacam “pertempuran” untuk memenangkan marwah partai,” tuturn penulis buku Politik Tak Seserius Itu.

Baca juga : 1 Tenaga Medis Positif, Pasien Karantina Corona di Kota Tasik Nambah Jadi 8 Orang

Dia pun berharap menjelang Pilkada Tasikmalaya, adu strategi bakal calon bisa dilakukan dengan fair. Dengan menghindari pelanggaran yang berisiko.

“Padahal SK DPP itu lebih baik turun jauh-jauh hari, Sehingga paslon lebih leluasa bergerak, memperkuat chemistry dan leluasa melakukan sosialisasi dengan terkonsep (berangkat bersama atau berbagi tempat kunjungan, Red),” ungkapnya. (kim)

loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.