3 Gedung di RSUD Garut Jadi Tempat Isolasi

58
0
FASILITAS. Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet Garut dr Zaeni Abdillah memberikan keterangan. Saat ini ada tiga gedung yang menjadi ruang isolasi pasien positif Covid-19.
Loading...

TAROGONG KIDUL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut mengalihfungsikan tiga gedung menjadi ruang isolasi pasien positif Covid-19. Hal itu dilakukan, karena tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut.

“RSUD dr Slamet menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Garut. Jadi sesuai peraturan Kemenkes, rumah sakit rujukan harus menyiapkan fasilitas penangan Covid-19 ini,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet Garut dr Zaeni Abdillah kepada wartawan, Rabu (18/11).

Zaeni mengatakan, dengan ada peraturan Kemenkes, pihak rumah sakit harus mengambil langkah-langkah guna mengatasi tingginya penyebaran Covid-19.

Baca juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Rusun Gandasari Garut Jadi Tempat Isolasi

Salah satu yang dilakukan RSUD dr Slamet yakni pemenuhan aspek prasaran yakni mengalihfungsikan tiga gedung untuk penanganan Covid-19, yakni Gedung Puspa, Cempaka dan gedung IGD yang baru selesai dibangun.

“Selain menambah tempat isolasi, pihaknya juga membentuk tim khusus dalam penangan pasien Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menambah ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) tambahan di belakang RSUD tepatnya bersekatan dengan ruang puspa utama. “Dengan bertambahnya tiga gedung baru, total tempat tidur untuk perawatan positif Covid bagi pasien PDP dengan gejala sedang dan berat tersebut kapasitas menjadi 100 tempat tidur,” katanya.

Loading...

Sementara bagi orang tanpa gejala (OTG) dirujuk ke rumah sakit umum lainnya seperti rumah sakit Medina.

“Untuk menghindari over kapasitas pasien Covid-19 untuk yang tidak bergejala di rawat di rumah sakit Medina dan ada gedung eks BKKP yang tidak jauh lokasinya dari rumah sakit dr Slamet Garut,” tuturnya

Zaeni menambahkan dari aspek SDM semua tenaga medis, baik dokter maupun perawat sudah mumpuni dalam hal penangam Covid-19. “Dokter dan perawat yang ada di lembaga kami dipastikan sudah bersertifikat kompetensi hanya saja jumlahnya masih terbatas,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.