3 Karung Tuak di Padayungan Kota Tasik Gagal Beredar Dirazia Almumtaz

1028
0
radartasikmalaya.com
3 karung miras jenis tuak yang dirazia Almumtaz di Padayungan, Jumat (02/10) malam. screenshot for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pemberantasan minuman keras (miras) jenis tuak di Kota Tasikmalaya tak hanya gencar dilakukan aparat Kepolisian maupun Satpol PP.

Kali ini, berbagai ormas Islam pun turut melakukan pemberantasan miras beralkohol itu.

Jumat (02/10) malam, Ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz)  menggagalkan peredaran miras jenis tuak sebanyak 3 karung besar di Padayungan, Cihideung.

“Iya jadi itu (razia miras, Red) memang kegiatan rutin kita dari ormas Islam terdiri dari Almumtaz, Thaliban, dan berbagai Ormas Islam lainnya,” ujar Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi kepada wartawan, Sabtu (03/10) yang dihubungi melalui ponselnya.

“Jadi kita sebenarnya setiap pekan itu turun melakukan razia. Dan sudah berjalan hampir 3 pekan. Sebelumnya kita di Cikurubuk dapet hampir 20 botol miras. Dan tadi malam tuak itu sebanyak 3 karung,” sambungnya.

Terang dia, sebenarnya masih banyak para penjual miras ini di Tasik.

Hanya saja penyelesaian dari tiap razia yang dilakukan pihaknya adalah dengan memberikan dakwah.

“Jadi mereka (para penjual miras) kita ajak bertaubat dan ada perjanjian untuk tidak melakukan lagi jual beli miras. Yang terlibat dalam razia ini semua Ormas Islam,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan razia ini maksimalnya setiap sepekan sekali.

Minimalnya setiap ada laporan dari masyarakat, pihaknya akan turun langsung.

“Yang semalam juga kita dapat laporan dari masyarakat. Sebelumnya pun sama. Mungkin tadi malam yang paling banyak kita dapati,” tambahnya.

Jelas dia, pihaknya melakukan razia ini karena memang mempunyai tim khusus untuk penyakit masyarakat (pekat).

“Tapi aksi kita tak lapor Polisi karena polanya pembinaan dan tindaklanjutnya seperti itu (dakwah diajak taubat). Tapi yang harus dicatat juga di beberapa tempat penjualan miras itu ada beking-bekingnya lah. Intinya kita lakukan lebih kepada pendekatan dakwah,” jelasnya.

Tukas dia, untuk barang bukti miras tersebut tak dimusnahkan pihaknya.

Tapi dilakukan pemusnahan oleh si pemilik miras di tempat jualnya dan disaksikan pihaknya.

“Untuk barang buktinya dimusnahkan oleh penjual mirasnya di lokasi kita temukan dan kita menyaksikannya,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.