3 KWT Kota Tasik Dapat Bantuan Rp20 Juta

51
0
Setda Kota Tasikmalaya AWARD. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Nurtjipto didampingi Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf penghargaan wali kota award kepada kelompok tani sadar inflasi, di aula bale kota Jumat (18/12).
Loading...

BUNGURSARI – Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapat bantuan berupa sarana prasarana lanjutan pembinaan senilai Rp 20 juta dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.

Setelah sukses menyabet ranking tiga besar dalam Wali Kota Award Kegiatan Kota Tasikmalaya Sadar Inflasi Tahun 2020.

Tiga kelompok tersebut yakni KWT Lestari Gunung Gede Kecamatan Kawalu, KWT Mekar Jaya Setiajaya Kecamatan Cibeureum dan KWT Mekar Sari Nagarasari Kecamatan Cipedes.

Di samping itu, mereka juga mendapat uang pembinaan dan piagam penghargaan bersama sejumlah KWT, Kempok Tani (Poktan) serta Kelompok Ketahanan Pangan yang dinilai baik, dalam penilaian sadar inflasi.

“Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ada tiga jenis kelompok yang kami nilai dan mereka dianggap sudah baik dari sisi administrasi dan kinerjanya di lapangan,” kata Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf, usai penyerahan penghargaan di aula Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (18/12).

Loading...

Baca juga : Pasar Kojengkang di Jalan Baru di Kabupaten Tasik Ditutup

Menurutnya, kegiatan wali kota award tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, lewat pembudidayaan ketahanan pangan. Sebab, faktor inflasi sering dipicu lonjakan kebutuhan dan harga bahan pangan.

“Baik dipengaruhi hasil panen, gangguan alam, bahan baku yang dibutuhkan dari luar, serta kelangkaan komoditas dan kebutuhan yang tinggi,” katanya.
Maka dari itu, lanjut Yusuf, melalui penilaian sadar inflasi diharapkan masyarakat bisa mandiri pangan.

Tidak seluruhnya komoditas kebutuhan pokok bergantung ke pasar, tetapi bisa dibudidaya secara mandiri baik di pekarangan, kebun atau lahan tidak produktif.

“Semoga keberhasilan rekan-rekan kelompok tani dan ketahanan pangan ini, bisa memotivasi kelompok masyarakat lain supaya memahami pentingnya pengendalian inflasi lewat pembudidayaan pangan,” harap Yusuf.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya Dedi menjelaskan peserta pada ajang tersebut terdiri dari KWT, Poktan dan Kelompok Ketahanan Pangan serta 69 kelurahan se-Kota Tasikmalaya.

Tim penilai sudah terjun ke lapangan untuk memonitor setiap kelompok, mulai awal September sampai akhir November 2020 lalu.

“Pemenang penghargaan ini, diberikan terhadap kelompok sadar inflasi, piagam dan pembinaan Rp 3 juta bagi kelompok. Untuk 3 besar mendapat pembinaan sarana prasarana dari BI Tasikmalaya,” jelas Dedi. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.