3 Maling Mobil Bak di Tujuguraja Kota Tasik Kepergok Pemilik, 1 Ditangkap 2 Kabur

1078
0

KOTA TASIK – Kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya, Selasa (30/06) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Sebuah mobil pickup Suzuki warna hitam berplat nomor Z 8134 MH hampir saja digasak 3 kawanan pencuri.

Kejadiannya terjadi di depan Ruko Premier Residen, Jalan Lukamnul Hakim, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung.

Aksi para pelaku diketahui pemilik mobil, Victor S (35). Salah satu pelaku berhasil diringkus.

Saat itu, korban baru saja mau pulang ke rumahnya. Namun dia kaget mobil pick up sedang diotak-atik para pencuri.

Dia yang mengendarai motor langsung menabrakkan motornya ke mobil tersebut.

Loading...

Dua orang pelaku berhasil lari namun seorang pelaku berhasil dia tangkap bersama warga.

Kasusnya kini telah ditangani Polsek Cihideung, Polresta Tasik.

Kapolsek Cihideung, Kompol Setiyana mengatakan, pelaku yang berhasil ditangkap adalah UB (38), warga Ciamis.

Pelaku ini adalah residivis dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada tahun lalu.

“Salah satu pelaku sudah masuk penjara. Pelaku residivis dalam kasus Curanmor pada tahun 2019. Kasus pencurian roda empat ini TKP-nya di depan Ruko Residence Primer Tuguraja, Cihideung,” ujar Setiyana kepada radartasikmalaya.com, Kamis (02/07) siang.

“Mobilnya sedang parkir di depan rumah korban. Kemudian tanpa sepengetahuan korban, para pelaku mengambil kendaraan tersebut. Aksi pelaku ketahuan sama pemiliknya ketika korban baru pulang ke rumahnya. Dengan spontan mobil pickup yang hendak dicuri pelaku ditabrak motor korban,” sambungnya.

Terang dia, 2 pelaku lainnya sudah diketahui nama dan identitasnya serta sedang dalam pengejaran pihaknya dan Satreskrim Polresta Tasik.

“Dua pelaku lainnya masuk DPO kita, inisial IB dan NH. Sedang kita kejar,” terangnya.

Modusnya, jelas dia, pelaku merusak kunci mobil lalu menggunakan soket palsu yang dipasang ke mobil korban agar menyala.

“Kita kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.