3 Negara Ini Import Kerajinan Mendong dari Kabupaten Tasik

71
0
PRODUK UNGGULAN. Kerajinan mendong di Kecamatan Manonjaya menjadi produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya yang menembus pasar ekspor. UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA
PRODUK UNGGULAN. Kerajinan mendong di Kecamatan Manonjaya menjadi produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya yang menembus pasar ekspor. UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

KABUPATEN TASIK – Kerajinan mendong di Kabupaten Tasikmalaya, saat ini ada 29 sentra dengan 1.647 unit usaha yang menyerap tenaga kerja 7.376 orang.

Keahlian tangan yang dipadukan dengan kualitas mendong yang baik ini, tersebar di sembilan kecamatan dengan pemasarannya di tingkat lokal, nasional hingga ekspor ke Malayasia, Jepang dan Arab Saudi.

Pengrajin yang sukses dala kerjinan Mendong, salah satunya adalah CV Karya Mandiri di Kampung Patrol Kulon RT/RW 02/01 Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya.

Setiap bulan, perusahaan milik Ujang Kadar ini mampu membuat aneka tikar mendong sebanyak 2.000 meter, yang dikerjakan oleh 15 orang karyawan.

loading...

Kepada Radar, Ujang Kadar mengatakan, kerajinan ini sudah digeluti sejak tahun 2000.

Saat itu kerajinan mendong masih sangat jarang digeluti para pengrajin.

“Alhamdulilah saat ini menjadi produk unggulan, bahkan sudah dikenal banyak masyarakat dan dibutuhkan negara lain,” kata dia.

Sampai saat ini, produksi anyaman mendong berupa tikar mencapai lebih dari 2.000 meter setiap bulannya, tergantung pesanan.

“Bahakan sampai 10.000 meter, karena pembuatannya tergantung pesanan,” kata dia.

Apalagi, mendong banyak dibutuhkan oleh kerajinan lainnya mulai dari boks tisu, tempat lampu dan kerajinan lainnya.

“Kebanyakan pemesanan selama ini merupakan perusahaan yang ada di daerah,” kata dia.

Saat ini, pihaknya fokus peningkatan kualitas dan pemasaran agar tetap diminati masyarakat.

“Alhamdulillah mendong saat ini ada pengusaha yang mampu menampung untuk dijual ekspor ke negara lainnya,” kata dia.

Ujang berharap pemerintah memfasilitasi agar generasi muda bisa tertarik dengan kerajinan mendong ini.

“Termasuk terus meberikan pelatihan atau peningkatan SDM agar ada inovasi pada anyaman mendong ini,” harap dia.

Sekertaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengatakan, produk unggulan kerajinan mendong saat ini menjadi fokus pemerintah untuk terus dikembangkan.

Selain meningkat kualitas anyaman mendong, juga mempersiapkan promosi produk IKM sampai tuntas.

“Tentu ini akan terus kami persiapkan sumber daya manusia (SDM), karena selama ini menjadi kendala keberlangsungannya,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya jangkauan pasarnya tidak hanya lokal, tapi tembus sampai mancanegara. “Pemasarannya sampai luar negeri,” kata dia.

Pemerintah fokus dalam pengembangan SDM guna keberlangsungan kerjinan tikar mendong. Karena tidak sedikit sebuah produk tak bisa berinovasi karena SDM terbatas.

“Makanya kami terus mempersiapkan regenerasi untuk kerajinan ini,”katanya.

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan berbagai pengenalan atau promosi agar mengenal produk unggulan, khusnyan kerajinan anyaman memdong ini.
Termasuk menginstruksikan ASN menggunakan produk lokal dalam kehidupan sehari-harinya.

“Dengan itu semangat peningkatan kualitas produk semakin berkualitas,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya Nana Rukmana mengatakan, potensi UKM sangat menjanjikan dengan produk unggulannya.

Apalagi Kabupaten Tasikmalaya memiliki sentra Industri kecil menengah sebanyak 410 dengan jumlah unit usaha 16.188. “Itu mampu menyerap tenaga kerja sebayak 121.888 orang,” katanya.

Menurut dia, adanya industri kecil menengah (IKM) ini relatif lebih besar masyarakat yang mendapatkan pekerjaan.

“Artinya IKM ini bisa menyerap tenaga kerja dan menghidupi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya, ini untuk potensi,” ujarnya.

Kabupaten Tasikmalaya memiliki kultur masyarakat yang senang berkreasi.

“Makanya itu saat ini yang menjadi fokus kita dan harus dikembangankan segala bentuk potensi,” ujar dia.

Kata Nana, selama ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus mendorong IKM tetap memasarkan produk unggulan meski di massa pandemi.

“Mudah-mudahan di tahun ini Covid-19 bisa melandai, sehingga bisa melaksnakan even-even promosi, seperti yang dilaksnakan di Jakarta, luar Jawa. Dengan begitu produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya bisa lebih banyak diminati,” jelasnya.

Kata dia, upaya agar IKM ini mampu memasarkan produknya dengan baik, pihaknya melaksanakan pelatihan penjualan berbasis online.

“Pengetahuan penjualan online sendiri terus kami berikan kepada para IKM ini, bahkan sudah dilaksnakan dalam waktu dekat ini,” kata dia.

(ujang nandar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.