3 Pasien Corona Kota Banjar Diisolasi di Rumahnya Masing-Masing

208
0
istimewa. MEMANTAU. Petugas di ruang pantau isolasi khusus RSUD Kota Banjar memantau keberadaan tiga pasien terkonfirmasi positif melalui layar monitor belum lama ini. Kini ketiganya sudah bisa pulang untuk menjalani isolasi mandiri.
istimewa. MEMANTAU. Petugas di ruang pantau isolasi khusus RSUD Kota Banjar memantau keberadaan tiga pasien terkonfirmasi positif melalui layar monitor belum lama ini. Kini ketiganya sudah bisa pulang untuk menjalani isolasi mandiri.

BANJAR – Tiga pasien terkonfimasi positif Covid-19 hasil swab test massal sudah diperkenankan pulang. Mereka kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjar dr Agus Budiana mengatakan pemerintah telah menetapkan pedoman baru mengenai pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 melalui Kementerian Kesehatan.

Pedoman tersebut diatur dalam keputusan menteri kesehatan nomor HK. 01.07/menkes/413/2020. Dengan dasar pedoman baru tersebut, gugus tugas dan RSUD dapat memulangkan pasien yang diisolasi dengan beberapa kriteria.

Disamping itu, dalam pedoman tersebut juga terdapat perubahan istilah ODP, PDP dan OTG.

“Kriteria pasien terkonfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan penanganannya cukup dengan isolasi mandiri, tanpa di-follow up RT-PCR, penanganan yang sama untuk pasien dengan gejala sedang, tapi pasien ini dapat dirujuk ke rumah sakit darurat. Sementara untuk pasien dengan gejala berat atau kritis dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan dengan follow up satu kali RT-PCR,” kata Agus Minggu (19/7).

Baca Juga : Tangani Corona, Pemkot Banjar Ngaku Sudah Maksimal

Menurutnya, dari tiga penambahan kasus terkonfirmasi semuanya sudah diisolasi di ruang isolasi khusus. “Ada kebijakan lain yang kami pertimbangkan, seperti cluster pedagang Banjar Atas. Karena kondisi rumahnya yang dihuni delapan anggota keluarga tidak mendukung pasien untuk isolasi mandiri maka kami rekomendasikan untuk diisolasi di rumah sakit agar mendapat perawatan yang intensif, tapi karena hasil pemeriksaan tidak bergejala maka sudah diperkenankan pulang juga,” terangnya.

Lebih lanjut, dr Agus mengatakan penentuan sembuh pasien terkonfirmasi positif merupakan hasil assessment Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).

Sementara itu, Dokter Pemanggung Jawab Pasien di RSUD Kota Banjar dr Dila mengatakan pemulangan pasien untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya atas dasar pedoman baru yang dikeluarkan Kemenkes setelah dilakukan penanganan di ruang isolasi khusus di RSUD Kota Banjar selama sepekan.

“Kriteria pemulangan pasien tersebut karena memenuhi kriteria kasus terkonfirmasi tanpa gejala yang tidak dilakukan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. Aturan mengenai isolasi memang berubah,” ujarnya.

Baca Juga : Tangani Corona, Pemkot Banjar Ngaku Sudah Maksimal

Pemerintah Kota Banjar sudah bergerak cepat dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya, seperti rapid test dan swab test massal.

“Kan sudah jelas dalam Kepgub tersebut, kita (Pemkot Banjar, Red) mengikuti dalam upaya menuju new normal,” ujar Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Tommy Subagja menambahkan tim pelaksana gugus tugas sudah bergerak dalam pencegahan dan penanganan penularan virus corona.

“Kita selalu woro-woro, mengedukasi dan menyadarkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.