3 Pejabat PUPR Tasik dan 2 Rekanan Jadi Tersangka Korupsi Proyek Cising

414
0

TASIK – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat resmi menahan lima tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jalan Ciawi-Singaparna (Cising) di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (16/7).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Dr Anwarudin Sulistyono membenarkan hal tersebut.

Kelima tersangka diduga terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan dan tata ruang Jalan Ciawi-Singaparna (Cising) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017, dan sudah ditahan.

Kelima tersangka yakni;

1. BA yang pada tahun 2017 lalu menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya,

2. RR sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang saat ini sebagai pegawai di Dinas PUPR,

3. MM sebagai pejabat teknis atau dulu mantan Kabid Rekonstruksi di dinas PUPR.

4. DS, rekanan

5. IP rekanan pengusaha yang melaksanakan pembangunan jalan Cising 2017.

Sementara, IP statusnya tahanan kota karena sakit ginjal dan perlu penanganan medis rutin.

“Kelima nama tersebut, kita tetapkan tersangka sejak April 2019 lalu, dan sekarang kita tahan. Karena kita sudah melakukan penyidikan, dan syarat subjektif sudah didapatkan. Termasuk bukti dan keterangan saksi sudah mengarah kepada lima orang, memenuhi unsur pidana korupsi,” kata dia, saat dihubungi Radar, Selasa (16/7) malam.

Anwar menambahkan, pelanggaran hukum yang dilakukan dalam kasus tindak pidana korupsi ini, selain pengerjaan yang tidak sesuai spek atau kualitas kurang dan tidak sesuai kualifikasi atas hasil kajian tim ahli, sehingga ada kerugian negara hingga Rp 4 miliar.

Termasuk juga dalam pengerjaan nya tidak dilakukan tender, melainkan rekanan lain yakni oleh DS dan IP.

“Jadi dalam pengerjaan nya, pihak rekanan membuat beberapa perubahan spesifikasi teknis yang sengaja tidak dijalankan dengan benar. Atas persetujuan pejabat di dinas PUPR atau tersangka BA, RR dan MM,” terang dia.

Setelah ditahan, tambah dia, kemudian dilengkapi berkas-berkasnya untuk kemudian kelima orang tersangka yang ditahan ini selanjutnya menjalani proses persidangan.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya Ade Sumanang MSi mengakui bahwa BA, MM dan RR, Senin (15/7) dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Kejati Jabar.

“Iya betul, Senin (15/7) mereka diperiksa oleh Kejati di Bandung, namun untuk penahanan kita pemerintah daerah belum mengetahui nya, baru dari media. Karena belum menerima surat tembusan dari Kejati,” ungkap Ade. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.