3 Pelajar Pendaki Gunung Meninggal di Tampomas, Begini Kronologisnya..

264
0
Tim SAR membawa jasad pendaki di Gunung Tampomas Sumedang. (IST)

SUMEDANG – Tiga pendaki yang terbujur kaku di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dipastikan tak bernyawa. Tim SAR mengevakuasi tiga jasad tersebut.

Berdasarkan informasi aparat setempat dilaporkan pada hari Minggu tgl 03/03/2019, perbatasan Kec, Conggeang dan Kec, Cimalaka tepatnya di daerah Gunung Tampomas, telah di temukan 3 orang korban berasal dari Kab. Indramayu.

Mereka ditemukan tewas di dalam tenda yang berada di pos 4 Gunung Tampomas, Minggu (3/3/2019). Tiga remaja lelaki ini diduga tewas akibat mengalami hipotermia.

Keterangan yang dikumpulkan dari sumber aparat, kronologis peristiwa pada Minggu, 3 Maret 2019 pukul 11.00 Wib, Di Pos 4 Puncak Gunung Tampomas Perbatasan Hutan Lindung dan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas Kec. Conggeang dan Kec. Cimalaka Kab. Sumedang ditemukan 3 orang laki-laki tanpa identitas meninggal dunia di dalam tenda di Pos 4 Puncak gunung Tampomas.

Saat menemukan para korban, menurut saksi bernama Surya dan Sahroni, sewaktu akan turun dari puncak Gunung Tampomas di TKP Pos 4, melihat ada tenda dalam keadaa miring, terpasang tidak sempurna kemudian saksi memanggil penghuni tenda, namun tidak ada jawaban.

Lalu, saksi membuka pintu tenda dan didapat 3 orang korban dalam kondisi tidak bergerak kemudian saksi melaporkan ke Polsek Cimalaka.

Sementara, saksi lainnya, Ujang Dedi mengungkapkan, Minggu 3 Maret 2019 sekira jam 11.00 WIB, telah menerima laporan dari pendaki yang turun dari puncak gunung alamat tidak dicatat bahwa di Pos 4 ada 3 orang yang meninggal dunia didalam tenda yang pintu tendanya dalam keadaan terbuka selanjutnya dilaporkan ke Polsek Conggeang.

Kemudian, tim gabungan mengevakuasi para pendaki tersebut. Diantaranya, Kapolsek Conggeang beserta anggota, Kapolsek Cimalaka beserta anggota, Basarnas Kab. Sumedang, dan Anggota Identifikasi Polres Sumedang.

Semua yang berangkat ke TKP melalui jalan Perhutani Ds. Cibeureum Kulon Kec. Cimalaka menggunakan Kendaraan roda empat, karena dari Conggeang tidak ada jalan roda empat hanya ada jalan pendakian. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Sumedang untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Setelah dicek dari 2 panggilan keluar terahir dari salah satu HP milik korban, ternyata diketahui korban bernama Lucky bin Darli, 14 th, Pelajar, Islam alamat Di Blok BTN Rt. 17/03 Ds. Tugu Kidul Kec. Sliyeg Kab. Indramayu.

Perdi bin Karidi, 13 th, Pelajar, Islam alamat Blok BTN Rt. 17/03 Ds. Tugu Kidul Kec. Sliyeg Kab. Indramayu, dan Agit Trisakti bin Kosim, 14 th, Pelajar alamat Blok BTN Rt. 17/03 Ds. Tugu Kidul Kec. Sliyeg Kab. Indramayu.

Hasil pemeriksaan luar dari Rumah Sakit Sumedang, Dr. Badrudin Yusup mengungkapkan bahwa di tubuh korban bagian luar tidak ditemukan tanda tanda bekas kekerasan dan penyebab kematian korban diduga akibat kedinginan, hipotermi berat atau Prosbike.

Diketahui, Sabtu, 2 Maret 2019 sekira jam 13.00 wib, Korban datang ke Pos 1 pintu masuk dari Wisata Curug Ciputrawangi Ds. Narimbang Kec. Conggeang dengan tujuan akan naik ke puncak gunung harus melewati 4 Pos.

Para pendaki sebanyak 3 orang, salah satu korban mengisi buku tamu dengan nama Lucky, sambil menitipkan Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z No. Pol. E-5560-PAV.

Para pendaki ingin berkunjung ke Puncak Gunung Tampomas harus melewati 4 Pos dari jalan Pendakian Ds. Narimbang, Pos 4 dengan ketinggian 1500 DPL untuk ketinggian Puncak Gunung Tampomas 1684 DPL.

Salah seorang pedagang kopi, Sahli mengungkapkan,”Pukuk 15.00 WIB, warungnya kedatangan para korban sebanyak 3 orang.” Ia memperingatkan para korban supaya tidak naik kepuncak karena cuaca dalam keadaan hujan lebih baik tidur disini saja di Pos 2 tapi korban memaksakan diri terus naik ke puncak gunung. (radarcirebon)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.