3 Pesawat Operasi Perang Terbang Rendah di Wilayah Tasik, Ini Kata Danlanud..

5615
1
Loading...

KOTA TASIK – Pagi tadi, Selasa (24/11), masyarakat Kota Tasikmalaya sempat dibuat kaget dengan munculnya 3 pesawat ukuran besar, Hercules, yang terbang rendah.

Pemandangan tersebut membuat warga antusias menyaksikannya. Karena di masa pandemi Covid-19 sangat jarang wilayah Tasik dilintasi pesawat.

Usut punya usut ternyata 3 pesawat Hercules itu sedang melakukan latihan terbang rendah formasi.

Hal itu diungkapkan Danlanud Wiriadinata, Letkol Nav Djoko Purnomo.

“Ya itu pesawat Hercules (tadi pagi sedang latihan, Red) melintasi wilayah sini,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Selasa sore yang dihubungi melalui ponselnya.

Loading...

“Pesawat Hercules itu kan dari skuadron udara 31, tugasnya kan sebagai satuan pesawat angkut berat di TNI AU. Homebases-nya ada di Jakarta,” sambungnya.

Terang dia, tugas pesawat itu adalah melaksanakan angkutan udara, baik untuk operasi perang maupun operasi militer selain perang.

“Selain itu, pesawat tersebut ada juga melaksanakan satuan pembinaan personel yang ada. Yaitu untuk pelatihan penerbang navigator,” terangnya.

Karena, tambah dia, kemampuan yang dimiliki ini untuk kemampuan operasi perang, yaitu harus melaksanakan terbang rendah untuk masuk ke wilayah musuh agar tak tertangkap oleh radar.

“Nah satu kemampuan itu yang harus dimiliki oleh kru pesawat. Ada tahapan-tahapan yang harus dibina oleh mereka itu setiap spacenya dan fasenya ada fase lulevel namanya,” tambahnya.

Apa yang terjadi tadi pagi dan sedang mereka laksanakan saat memasuki wilayah Tasik adalah fase lulevel formasi. Atau terbang rendah formasi.

“Ini dilaksanakan entah oleh 2 pesawat atau 3 pesawat. Minimal ya 2 pesawat. Karena itu lah yang sedang mereka laksanakan karena ada program pelatihan personelnya mereka,” jelasnya.

Kebetulan, tukas dia, latihan itu masuk ke wilayah sini yang lumayan signifikan untuk lokasi latihan. Karena terdiri dari banyak gunung.

“Nah kemampuan itu yang diasah oleh mereka. Masyarakat pada melihat karena senang karena selama pandemi jarang ada pesawat, itu memang betul,” tukasnya.

Kebetulan itu mereka (yang latihan) satu letting dengannya dan kebetulan juga belum bisa landing karena belum ada tugas ke Wiriadinata.

“Jadi mereka sekali-kali terbang ke sini untuk hiburan warga kita. Ini yang kedua kalinya, yang pertama beberapa minggu lalu. Kemungkinan besok lewat lagi,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.