3 Rumah Roboh, 9 Terancam Pergeseran Tanah di Desa Singajaya Cibalong Tasik

655
1
radartasikmalaya.com
Tampak tanah mengalami pergeseran hingga terlihat menganga dan membuat beberapa rumah warga roboh, Kamis (10/10) pagi. istimewa/ radartasikmalaya.com

CIBALONG – Akibat diguyur hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi, Kampung Babakan Jeruk Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, mengalami pergerakan tanah.

Salah seorang warga, Yayat Ruhiat mengatakan, kejadian pergeseran tanah ini terjadi Kamis sejak pukul 05.00 WIB.

Akibatnya, sebanyak 3 rumah sudah roboh, 4 rumah mengalami retak-retak dan 5 rumah terancam roboh.

“Termasuk juga Masjid Manarul Huda yang diresmikan oleh H Uu (Wakil Gubernur Jabar). Tanah amblas sepanjang 300 meter dengan lebar 60 meter,” ujarnya kepada Radar, Kamis (1/10).

Pergeseran tanah ini sudah sering terjadi. Pergeseran pertama terjadi pada tahun 1999. Lalu yang ke dua nya tahun 2004, ketiga kalinya tahun 2009.

Dan pada tahun 2012 sempat di tinjau oleh H. Uu yang kala itu menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

Setiap masuk musim hujan, ujar dia, di wilayahnya selalu terjadi pergeseran tanah.

Hal ini membuat warga khawatir. Upaya-upaya yang pernah dilakukan masyarakat diantaranya gotong royong membuat tanggul penyangga tanah.

“Kami sudah pasang beronjong, namun sekarang sudah habis tergerus air. Maka pergeseran atau gerakan tanah amblas semakin cepat. Maka dari itu, warga di sini meminta agar pemerintah turun tangan menangani masalah ini. Jangan sampai menunggu jatuh korban dulu baru ditangani,” ungkapnya.

Kepala Desa Singajaya, Deden mengungkapkan, sebenarnya pergeseran tanah di wilayahnya sudah terjadi sejak dulu setiap diguyur hujan lebat.

“Memang ini gerakannya sedikit demi sedikit, sehingga tidak terasa. Setiap ada hujan saya laporan, dan sudah dilihat oleh BPBD secara langsung, sudah mencoba menggunakan beronjong namun ternyata tidak kuat dan malah bergeser dan hanyut terbawa air sungai,” kata dia.

Pihaknya, kata dia, saat ini tidak ada cara lain selain mengevakuasi warga guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Ada beberapa KK yang cukup terancam. Pihaknya akan mengusulkan, barangkali ada respon dari pemerintah.

Rencana warga yang terdampak akan dibuatkan rumah namun tidak permanen di tanah carik milik desa.

Ia telah meminta kepada para punduh agar rumah yang terancam pergerakan tanah mengungsi ke rumah keluarganya, tidak memaksakan tinggal di rumahnya.

“Sudah ada sebagain warga yang mengungsi ke rumah saudaranya. Terutama yang sangat terancam, terlebih saat ini kondisi tidak memungkinkan, sering terjadi hujan. Saya merasa khawatir ada korban. Sehingga meminta agar mengungsi sementara waktu,” ucapnya.

(radika robi)

Baca Juga :

Kereta Api Serayu Anjlok di Manonjaya Tasik, 69 Penumpangnya Selamat

86 Warga Ponpes di Kabupaten Tasikmalaya Positif Covid-19

Sekda Kabupaten Tasik: Ponpes Harus Punya Ruang Isolasi

Wagub Jabar Tak Diizinkan Masuk Ponpes di Kabupaten Tasik, Saat Bawa Tim Pemeriksaan Covid-19

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.