3 Warga Jogja Tewas Usai Makan Daging Babi dan Anjing

293
JOGJA – Sebanyak 3 warga Jogja tewas usai pesta minuman beralkohol (mihol) selama tiga hari berturut-turut. Mereka pesta miras sambil menyantap daging babi dan anjing.

Dua korban tewas merupakan warga RT 22/RW 06, Tegalrejo, Kota Jogja. Yakni Sugiyahartono (37) dan Kandarwasono (48). Sedangkan seorang lainnya Gunawan, warga Kemusuk, Sedayu, Bantul.

Ketiganya mengembuskan nyawa berturut-turut pada Rabu (13/3) sore dan Jumat (15/3) dini hari.

Sementara salah seorang penenggak ciu lainnya masih dirawat di RSUP Dr Sardjito. Dia adalah Gunawan Haryanto alias Gepeng (45) warga Jlagran, Pringgokusuman, Kota Jogja.

Menurut istri Sugiyahartono, Watinah, suaminya sempat mengalami sesak napas. Lalu dibawa ke RS Ludira Husada Tama dan menjalani opname selama sehari, kemudian mengembuskan nafas terakhir.

Kapolsek Tegalrejo Kompol Ardiansyah belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Sugiyahartono, Kandarwarsono dan Gunawan. Ini karena jajarannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Namun diduga ketiganya meninggal akibat mihol dan mengonsumsi daging anjing dan babi.

”Oplosan masih diduga karena ada warga lainnya yang mengonsumsi tapi tidak berdampak. Saat itu beberapa peminum memang mengonsumsi daging babi yang sudah mati. Bukan daging babi yang baru disembelih,” ujar Kompol Ardiansyah, seperti dilansir Radar Jogja, Minggu (17/3).

Perwira menengah satu melati ini tengah menyelidiki asal mula daging babi. Berdasarkan pemeriksaan sementara, daging babi diperoleh bukan dari pemotongan. Babi itu telah mati sebelumnya di dalam kandang.

Inilah mengapa jajarannya belum bisa menentukan penyebab kematian tiga orang. Terlebih jika daging babi tersebut tidak layak konsumsi. Berdasarkan keterangan para saksi, korban mayoritas mengalami sakit perut dan mual-mual.

”Konsumsi Selasa (12/3) sampai Kamis (14/3) dan gejala baru muncul Jumat (15/3). Ada yang meninggal, dirawat di rumah sakit dan ada pula yang sehat. Kalau gejalanya sama berupa sakit perut, dada panas, dan mual-mual,” jelasnya.

Terkait penjual mihol oplosan, polisi juga tengah melacak. Keterangan awal, oplosan didapatkan dari luar wilayah Tegalrejo.

Meski begitu dia tak ingin percaya begitu saja. Pelacakan terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan para saksi.

Sayangnya dalam kasus ini dia tidak mendapatkan barang bukti oplosan. Ini karena cairan setan tersebut telah habis dikonsumsi. Alhasil untuk menguatkan penyidikan, jajarannya tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

”Razia sering, memang belinya di luar Tegalrejo. Nah, kalau untuk campuran juga masih diselidiki, karena kemarin habis tak bersisa. Cuma mendapati beberapa botol kemasan saja. Jadi sementara tunggu hasil pemeriksaan ahli,” katanya.

(dwi/laz/ong)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.