3 Warga Kota Tasik Meninggal Akibat DBD

78
0

KOTA TASIK – Memasuki pekan terakhir bulan Februari 2020, korban meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya bertambah menjadi tiga orang.

Sebelumnya sempat tercatat sejak awal Januari sampai awal Februari lalu, diketahui korban meninggal akibat DBD 1 orang dan 55 orang terjangkit penyakit mematikan tersebut.

“Korban meninggal akibat DBD bertambah sampai pekan ketiga Februari ini menjadi 3 orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik, Suryaningsih kepada wartawan, Selasa (18/2) siang.

“Sebelumnya korban yang meninggal karena DBD ini hanya 1 orang dan sampai hari ini yang terjangkit total semuanya yang tercatat bertambah 1 orang menjadi total 56 orang,” sambungnya.

Terang dia, tiga orang yang meninggal akibat DBD itu berasal dari Kecamatan Tawang, Cihideung dan Mangkubumi.

Kondisi ini sangat meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 26 kasus DBD tanpa ada korban yang meninggal dunia.

Sehingga, kata dia, pihaknya pun terus berupaya dengan menekan peredaran jentik nyamuk di lungkungan masyarakat, mulai dari gerakan penyebaran ikan cupang, satu keluarga waspada satu sarang nyamuk, dan mewajibkan pola bersih-bersih lingkungan oleh masyarakat lewat Puskesmas.

“Kami telah berupaya melakukan langkah agar jentik nyamuk tidak berkembang biak menjadi dewasa dengan menaburkan Abate dan upaya lain menebarkan ikan cupang,” terangnya.

Namun, warga juga hsrus tetap berupaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Tapi sekarang ini masih banyak kesadaran yang dilakukan itu masih rendah seperti contohnya membuang sampah sembarangan masih terjadi,” tambahnya.

Meningkatnya korban jiwa akibat DBD ini, lanjut Suryaningsih, diduga akibat adanya perubahan cuaca sebagai siklus lima tahunan dari musim kemarau panjang ke hujan dengan intensitas tinggi.

Terlebih lagi, tingkat keasadaran kebersihan lingkungan masyarakat sampai sekarang masih dinilai rendah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aides Aegypti, penyebab DBD.

“Kami pun meminta kepada masyarakat jika mengalami sakit panas tinggi sampai 40 derajat celcius, segera ke rumah sakit,” jelasnya.

Ciri-ciri penyakit DBD ini selain panas tinggi, muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, sakit kepala, mual, muntah, sakit tenggorokan dan sakit di sekitar bola mata. “Segera ke dokter jangan anggap panas biasa,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.