30 Jahitan di Tangan, 12 di Sekitar Leher

692
0
TERBARING. Uwon alias Roma (60) terbaring di rumahnya setelah dibacok oleh pemuda yang diduga memiliki gangguan jiwa di Kampung Pagerageung Wetan, Desa/Kecamatan Pageurageung Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (23/3). rangga jatnika / radar tasikmalaya
Loading...

Uwon (60) alias Roma, Korban pembacokan yang diduga dilakukan orang dengan gangguan jiwa di Pagerageung mengalami luka serius. Dia mendapat 42 jahitan untuk luka di tangan dan bagian pundaknya.

Anak korban, Siti Maryam (27) mengatakan pasca kejadian ayahnya sempat dibawa ke Puskesmas Pamoyanan. Sehingga luka parah tersebut membuat pihak Puskesmas Pageurageung tidak sanggup menanganinya. “Sempat dibawa ke Puskesmas Ciawi, tapi sama tidak sanggup (menangani luka korban, Red). Sehingga dibawa RSUD dr Soekardjo,” ujarnya saat disambangi Radar dirumahnya kemarin.

Kata Siti, luka parah yang dialami ayahnya, di bagian di tangan. Di mana sela-sela jari Roma robek cukup dalam. Selain itu, ada juga luka di pundak bagian kanan yang turut kena tebasan golok oleh pelaku. “30 jahitan di tangan, 12 di sekitar leher,” terangnya.

Saat ditemui Radar, Roma hanya terbaring lemah di kamarnya. Dia belum bisa melakukan aktivitas apapun. Anggota GM FKPPI Kecamatan Pagerageung itu pun tidak banyak berkomunikasi dengan orang lain. “Mungkin masih trauma,” tutur Siti.

Menurut dia, ayahnya tidak punya pekerjaan tetap. Kesehariannya menjadi petugas keamanan di lingkungan kampung. Ketika ada masalah keamanan, warga biasa meminta tolong kepadanya. “Kalau ada yang kemalingan, pasti beberapa hari ditunggui rumahnya sama bapak,” ungkapnya.

Loading...

Meskipun berbeda kampung, Cucu Nurjanah (29) mengaku sudah mengenal Roma. Korban sudah sering melintas atau mampir ke rumahnya saat ronda. “Suka kedengaran kalau Roma lewat mukul tiang,” tuturnya.

Kata Cucu, Roma adalah petugas keamanan yang bertanggung jawab di lingkungannya. Kedatangan korban ke rumahnya merupakan bentuk dari tanggungjawab menjaga keamanan lingkungan.

Cucu berharap polisi bisa menangkap pelaku, bukan soal proses hukum saja. Namun keberadaannya sudah meresahkan warga sekitar. “Rumah warga yang lain juga ada yang didatangi, ada yang piringnya dipecahin. Jadi warga takut, ” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.