Beranda Tasik Berbudi 30 Ribu Peserta Tunggak Iuran Premi BPJS

30 Ribu Peserta Tunggak Iuran Premi BPJS

277
BERBAGI
KOMUNIKASI. Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman bersama unsur pimpinan BPJS Kesehatan di Bale Kota.

BUNGURSARI – Dari total 482.000 peserta BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya, sekitar 30 ribu di antaranya tercatat belum membayarkan kewajiban premi. Sekitar 14.000 di antaranya dari kelas III yang notabene sebagai pasien menengah ke bawah.

“Pembayaran yang menunggak itu mencapai hampir 10 persen dari jumlah peserta BPJS kesehatan se-Kota Tasikmalaya. 14 ribu di antaranya itu dari kelas III,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya Triwidhi Hastuti Puspitasari usai berkunjung ke Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (23/5).

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?

Tunggakan tersebut, kata dia, tidak langsung berdampak terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Namun, pihaknya meminta supaya peserta yang masih memiliki tunggakan segera melunasi kewajiban iuran rutin itu. “Itu kan untuk membantu saudara kita yang dirawat di rumah sakit.

Dari dana yang dibayarkan iuran itulah kemudian BPJS Kesehatan membayarkan kepada rumah sakit yang menjadi mitra dalam pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Widhi menganalisis kendala peserta yang belum membayar tunggakan itu disebabkan masyarakat belum mengetahui tata cara pembayaran. Padahal, saat ini caranya terbilang mudah. Baik manual maupun melalui sistem daring (dalam jaringan). “Kan bisa di minimarket, kantor pos juga bisa. Beberapa konter pulsa juga sudah ada yang melayani pembayaran.

Termasuk lewat online. Ke depannya, kami berupaya peserta kelas I dan II itu diwajibkan lewat auto debit melalui rekening bank masing-masing,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Widhi, saat ini jumlah peserta yang terdaftar se-Kota Tasikmalaya baru mencapai 69,8 persen dari total keseluruhan warga. Pihaknya menargetkan kepesertaan bisa terdongkrak hingga di angka 655.000 atau sekitar 95 persen.

Total warga yang belum mendaftar sejauh ini tercatat mencapai 208.000 jiwa. “Ini bisa dari beragam faktor. Misalnya pekerja penerima upah maupun lembaga usaha yang belum jadi peserta BPJS kemungkinan ada. Kita terus sosialisasikan supaya masyarakat memiliki jaminan kesehatan,” terang dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zainal Kholis menerangkan warga yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan kategori Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat mencapai 57.000 orang. Sementara penerima bantuan iuran murni mencapai 256.000 orang.

“Kita pun terus berupaya mewujudkan target seluruh warga terdaftar BPJS Kesehatan sesuai instruksi presiden tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional,” tuturnya. (igi)

loading...