300 Musisi Tolak RUU Permusikan

54
0
Loading...

JAKARTA – Ratusan artis menolak RUU Permusikan disahkan. RUU tersebut dianggap menekan kebebasan para seniman ataupun musisi di Tanah Air.

Menanggapi penolakan tersebut anggota Komisi X DPR yang juga sebagai musisi Anang Hermansyah meminta RUU Permusikan didiskusikan bersama-bersama dengan sesama musisi.

“Jangan bicara itu, konteksnya sekarang undang-undang musik dibutuhkan atau tidak oleh seniman, konteksnya seniman yang harus beri masukan dan input. Ini tak boleh orang lain, senimannya ayo diskusi tentang itu, jangan dilebarkan,” kata Anang, di Jakarta, Selasa (5/2).

Anang menjelaskan RUU Permusikan pasal 52 bahwa seniman musik yang sudah memiliki karya yang diterima masyarakat secara otomatis telah tersertifikasi.

“RUU udah ditulis pasal 52, sebelum undang-undang ini lahir, buat seniman yang sudah memiliki karya yang diterima masyarakat dia otomatis tersertifikasi,” jelas Anang.

Lan­jut Anang menjelaskan, seniman musik yang harus menempuh proses sertifikasi tercantum dalam RUU Permusikan pasal 32 hingga 34.

“Itu dibahas di pasal 32, 34, 35. Ada organisasinya, ada badannya nanti bersama menteri menyusun melalui organisasi profesi musik untuk merumuskan, yang menguji kita-kita juga yang punya pengalaman dan di situ ditulis,” tutur Anang.

Loading...

Protes keras terhadap RUU Permusikan di media sosial terus mengalir dengan deras. Setelah sebelumnya Jerinx, personel Superman is Dead (SID) protes melalui akun Instagram-nya sempat viral. Protes Jerinx bikin istri Anang Hermansyah, Ashanty mengamuk tak terima sang suami dibilang musisi palsu dan tak berpihak kepada musisi.

Kini sekitar 300 seniman musik melalui Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan mengungkapkan penolakan RUU tersebut karena bisa membatasi kreatifitas seniman ataupun musisi Tanah Air.

Koalisi Nasional Toak RUU Permusikan mencatat setidaknya terdapat 19 pasal bermasalah di dalamnya (4, 5, 7, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20, 21, 31, 32, 33, 42, 49, 50, 51). Bahkan terdapat banyak pasal yang tumpang tindih dengan beberapa Undang-Undang lainnya; seperti Undang-Undang Hak Cipta, Undang-Undang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, dan Undang-Undang ITE.

“RUU ini bertolak belakang dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, serta bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi. Sungguh Rancangan Undang-Undang yang sangat bermasalah bagi dunia musik Tanah Air,” tulis Danilla Riyadi dalam siaran pers Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

Menurut Danilla, Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan menilai tidak ada urgensi apapun bagi DPR dan pemerintah untuk membahas dan mengesahkan sebuah RUU Permusikan seperti ini.

“Sebuah Rancangan Undang-Undang yang bahkan membatasi dan menghambat proses kreasi dan justru merepresi para pekerja musik di Tanah Air,” kata Danilla. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.