300 Pengunjung Wisata Pangandaran Ikut Rapid Test, 3 Reaktif

1111
0

PANGANDARAN – Sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pangandaran menyiapkan 3 pos pemeriksaan rapid test bagi pengunjung wisata.

Di antaranya pos pintu masuk Padaherang, Pos pintu masuk Cimerak, dan Pos PMI Kabupaten Pangandaran.

Hal tersebut bentuk pengetatan protokol kesehatan di saat pemberlakuan AKB atau New Normal.

Khusus wisatawan harus memiliki surat keterangan sehat dan melampirkan hasil rapid test yang non reaktif Covid-19.

Kepala Labkesda Kabupaten Pangandaran, Aang Syaefurahmat mengatakan, pelayanan pemeriksaan rapid test mengikuti kebijakan dari Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata.

Karena Kabupaten Pangandaran pada Jumat (5/6) sudah pemberlakuan AKB atau New Normal, dengan membuka destinasi objek wisata Pangandaran.

Syaratnya, pengunjung wisata harus memiliki surat keterangan sehat dan hasil rapid test.

“Jadi selama tiga hari pembukaan pariwisata, sejakJumat sampai Minggu (5-7/6), kita sudah melakukan pemeriksaan rapid test kepada pungunjung wisata yang masuk Pangandaran sekitar 300 orang,” katanya kepada Radar, Selasa (9/6).

Dengan begitu, kata dia, pihaknya mampu melakukan pengawasan kesehatan dan memastikan tidak ada penyebaran virus Corona dari pengunjung wisata.

“Karena tugas Labkesda menempati posko khusus (check poin, Red) dan lainnya agar dapat melakukan pemeriksaan rapid test untuk wisatawan,” katanya.

“Setelah hasil rapid test diketahui, maka yang mendapatkan surat rapid test non reaktif dapat masuk. Sebaliknya yang reaktif diputarbalikkan oleh petugas perbatasan,” ujarnya.

Selama test, ada tiga pengunjung wisata yang hasil rapid testnya reaktif, selama pembukaan objek pariwisata pada akhir pekan kemarin.

Sehingga pengunjung wisata tersebut, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan kembali di tempat fasilitas kesehatan dia tinggal.

“Ada tiga orang wisatawan hasilnya reaktif rapid test dan langsung diputarbalikkan oleh petugas perbatasan. Serta sudah disarankan untuk kembali menjalankan pemeriksaan di daerahnya sendiri,” katanya.

Tambah Aang, dalam menjamin kesehatan wisatawan, Labkesda Kabupaten Pangandaran sudah memasang pos pemeriksaan di posko pintu masuk Padaherang, posko pintu masuk Cimerak.

Kemudian dikwatirkan lolos di check poin pihaknya sediakan posko rapid test di PMI Kabupaten Pangandaran di depan pintu masuk Pantai Pangandaran.

“Jika lolos di tiga tempat tersebut, petugas tol gate pariwisata juga dapat mengarahkan ke UPTD Labkesda Kabupaten Pangandaran untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan rapid test bagi wisatawan,” ujarnya.

Persyaratan bagi pengunjung wisata, kata Aang, yang ingin melakukan pemeriksaan rapid test sesuai keputusan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran dipungut biaya Rp 200 ribu.

“Biaya Rp200 ribu tersebut hanya mengganti logistik rapid testnya saja. Sebenarnya pemeriksaan rapid test di tempat lainnya lebih dari itu,” katanya.

Sedangkan untuk warga Kabupaten Pangandaran dapat melaksankan pemeriksaan rapid test sekarang ini masih gratis.

“Sekarang ini masih gratis (Selasa, 9/6) untuk warga Pangandaran. Namun yang berkepentingan saja yang dapat melakukan pemeriksaan rapid test,” ujarnya.

(Fatkhur Rizqi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.