31 Dosen Uniga Dapat Dana Hibah

180
0
MENGAJAR. Salah satu dosen Uniga melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di salah satu wilayah di Kabupaten Garut Kamis (27/6). Uniga untuk Rakyat Garut

TAROGONG KALER – Sebanyak 31 dosen di Universitas Garut (Uniga) mendapatkan bantuan dana hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Bantuan dana tersebut untuk pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Lembaga Penelitian Universitas Garut Maryati Puspitasari SPi, MP mengatakan berdasarkan surat edaran Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti Nomor.T/140/E3/RA.00/2019 tentang Penerima Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi, untuk pendanaan tahun 2019 terdapat 31 dosen dari Universitas Garut lolos untuk mendapatkan dana hibah penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Dari 31 dosen tersebut dibagi menjadi beberapa skema, yakni 3 orang untuk penelitian disertasi doktor, 21 orang untuk penelitian tahun tunggal, 3 orang untuk penelitian tahun jamak dan 4 orang untuk pengabdian pada masyarakat. “Anggaran yang didapat saat ini merupakan usulan tahun 2018. Jumlahnya untuk anggaran kegiatan tahun ini sebesar Rp 1,4 miliar,” ujarnya kepada wartawan Kamis (27/6). Menurut dia, dosen yang mendapatkan bantuan dana hibah merupakan dosen yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi yang diadakan Kemenristek Dikti beberapa waktu lalu.

Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng mengatakan pelaksanaan tugas penelitian dan pengabdian pada masyarakat oleh dosen Uniga sudah dianggarkan kampus. Tetapi dengan semakin banyaknya penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan, dana yang dibutuhkan juga semakin tinggi.

Maka dari itu untuk mengatasinya Universitas Garut berupaya mendorong dosen agar aktif dalam membuat proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang diajukan ke Kemenristek Dikti maupun pihak yang lain. “Hasilnya terlihat, dana hibah yang dapat diterima oleh Universitas Garut dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, baik dari jumlah judul yang diajukan maupun jumlah judul yang didanai. Hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah karya tulis yang ditulis oleh dosen Universitas Garut, baik berupa jurnal, prosiding, buku maupun penerima hak cipta dan paten,” ungkapnya.

Syakur mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah berupaya keras dalam pelaksanaan penelitian dan pengbdian pada masyarakat, juga kepada LLDIKTI Wilayah IV dan Kemenristek Dikti. Menurut dia, penelitian sangat penting dilakukan dosen untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan materi dalam pembelajarannya.

Sehingga nantinya akan meningkatkan kompetensi dari mahasiswa itu sendiri. “Kegiatan ini juga memberikan peningkatan reputasi dari peguruan tinggi dengan banyaknya karya tulis yang dimuat dalam banak jurnal bereputasi secara nasional mau­pun internasional,” paparya. (yna/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.