325 Orang Pemudik Zona Merah di Pangandaran Tersebar di 93 Desa Diisolasi Khusus, Kondisinya Sehat

70
0

PANGANDARAN – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, pertambahan jumlah pemudik dari zona merah yang melaksanakan isolasi khusus sudah mencapai 325 orang.

Semuanya tersebar di 93 desa dan ditempatkan dalam ruangan isolasi sesuai domisili pemudik.

“Pemudik yang baru datang ke Pangandaran sudah mencapai 325 orang dan menjalani karantina khusus selama 14 hari, jumlahnya terus bertambah setiap hari,” katanya kepada Radar, Senin (4/5).

Kata dia, tingkat penyebarannya pemudik di Kabupaten Pangandaran  merata di setiap desa. Sehingga isolasi khusus tersebut masih kondusif untuk menjaga penyebaran Covid-19 dengan ruangan isolasi khusus bagi pemudik yang baru datang.

“Jumlah tersebut tersebar di setiap desa. Hal itu berdasarkan evaluasi dan laporan setiap hari dari tim gugus tugas tingkat desa kepada kami,” ujarnya.

Baca Juga : 176 Pemudik ke Pangandaran Dikarantina, Makan & Kesehatan Dijamin

Loading...

Lanjut Nana, bentuk menjaga kesehatan kepada penghuni karantina selam 14 hari melakukan kegiatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) seperti menjalani kebugaran jasmani mulai dari berjemur, senam dan kegiatan positif lainnya.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan yang sakit,” katanya.

Sebelumnya, Camat Langkaplancar Deni Ramdani menjelaskan bagi setiap pemudik atau pendatang  prosedur tetap (protap) harus menjalani karantina selama 14 hari tidak memandang siapa. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Semua pemudik selama 14 hari dikarantina dengan mendapatkan pemantauan kesehatan dan uang bantuan Rp 20.000 perharinya jadi ketika14 hari mendapatkan Rp 280.000 yang  diserahkan kepada keluarganya,” ujarnya.

Baca Juga : Jelang PSBB, Pemkab Pangandaran Diminta Segera Koordinasi dengan Forkopimda

Kata dia, tercatat 38 orang mengikuti isolasi khusus di 12 desa yang ada di Kecamatan Langkaplancar. Ada tiga desa yang belum terisi pemudik, seperti Desa Bangunkarya, Bojong dan Bungur Raya.

“Kita menyediakan tempat isolasi khusus ada 15 tempat sesuai dengan desa yang ada di Kecamatan Langkaplancar. Maka tempat total isolasi tersebut 30 ruangan karena adanya pemisahan antara putra dan putri,” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.