325 Unit Rumah akan Terima BSPS

113

BALE KOTA – Sosialisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dilaksanakan di Aula Bale Kota, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Kamis (14/03) sore.

Hadir Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, Anggota DPR RI Komisi V Hj Nurhayati Manoarfa, Direktur Rumah Swadaya Kementerian PUPR Jhoni F. S. Subrata, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra H Nanang, seluruh camat dan lurah se-Kota Tasikmalaya.

Dalam kesempatan itu, Jhoni F.S. Subrata mengatakan, Program BSPS merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Salah satu komponen kemiskinan adalah rumah. Karena rumah berfungsi sebagai pembinaan keluarga. “Bagaimana bisa sekolah dengan baik apabila lingkungan rumahnya kurang baik,” katanya.

Menurut dia, program BSPS sebagai bentuk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Khususnya warga yang memiliki penghasilan rendah. “Tahun 2019 Kota Tasik diberikan Program BSPS sebanyak 325 unit rumah tidak layak huni (RTLH),” ungkapnya.

Jhoni mengatakan, pemerintah diberikan amanah untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, dan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat bantuan tersebut.

“Bantuan ini harus sampai kepada masyarakat. Jangan ada pungutan, dan potongan,” tegasnya.

Sementara, Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman mengaku bersyukur dengan adanya kunjungan dari Direktur Perumahan dari Kementerian PUPR. “Alhamdulillah tahun ini Kota Tasikmalaya diberi bantuan BSPS sebanyak 325 unit rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Budi berharap, sebelum masa jabatannya selesai, target sebanyak 8000 rumah tidak layak huni bisa menerima BSPS terealisasikan. “Kita masih ada kebutuhan sebanyak 8000 unit. Sebelum masa jabatan saya berakhir, saya punya targetan setiap tahun misalnya tahun 2020 sebanyak 3000 unit. Sehingga jika dijumlahkan sampai masa jabatan berakhir tahun 2022 akan bisa tercapai,” paparnya.

Budi mengatakan, program BSPS sangat membantu masyarakat kurang mampu. “Jika rumah sudah layak huni, masyarakat kurang mampu tinggal memikirkan untuk kebutuhan lain,” pungkasnya. [anshari]

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.