Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

350 Pemudik Zona Merah di Pamokolan Cihaurbeuti Ciamis Isolasi Mandiri, 2 Warga Tasik Ditolak Masuk

143
0

CIAMIS – Tokoh masyarakat dan para pemuda Desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti memperketat wilayahnya dari kedatangan pemudik.

Mereka menjaga akses masuk dan keluar desa selama 24 jam. Warga yang akan masuk ke Desa Pamokolan akan dicek suhu tubuhnya. Khusus untuk pemudik yang baru datang dari luar Ciamis, mereka diminta untuk melakukan karantina mandiri.

Baca juga : Kinerja Anggota Bapemperda DPRD Ciamis Terganggu Corona

Kepala Desa Pamokolan Cihaurbeuti Aon Nurhakim mengaku memperketat wilayahnya. Setiap jalan masuk di semua dusun diperketat.

Para penjaga akses masuk ke kampung itu antara lain aparat desa, tokoh masyarakat dan pemuda. Mereka dibekali alat penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu tubuh.

Hasil pemeriksaan sampai Senin (4/5) pagi, suhu tubuh para pemudik yang datang ke Pamokolan normal-normal atau berada di rata-rata 35 sampai 36 suhu.

“Namun malam itu ada laporan ada masyarakat dari Kota Tasikmalaya akan berkunjung ke saudaranya, namun suhu tubuhnya justru tinggi nyampai 39,9 dan 39,3 terdeteksi dua orang. Namun kami suruh mereka pulang, walaupun keperluannya penting, karena jelas menjaga sekali agar tidak ada penyebaran corona di wilayahnya,” jelasnya.

Sampai kemarin, kata Aon, jumlah perantau yang masuk ke desanya sebanyak 350 orang. Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Selama menjalani isolasi mandiri, para pemudik itu diawasi kader PKK, Posyandu, RT, RW, BPD, LPM dan kadus. Hasil pemantauan dicatat dan dilaporkan ke Puskesmas Cihaurbeuti.

Para pemudik yang baru datang, kata Aon, tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Mereka harus mengganti baju yang sebelumnya mereka pakai.

Kemudian, baju tersebut direndam menggunakan air hangat. Lalu, pemudik itu mandi dan masuk ke rumah.

“Tetap kami tekankan mereka harus jaga jarak juga kalau di rumah serta selalu pakai masker. Hal ini guna antisipasi tidak adanya penularan,” terangnya.

Dadang (30), pemuda Desa Pamokolan mengaku bersama masyarakat secara bergantian selama 24 jam menjaga lokasi masuk ke kampung-kampung.

Baca juga : Kinerja Anggota Bapemperda DPRD Ciamis Terganggu Corona

Mereka juga memeriksa suhu tubuh para pemudik dan warga yang akan masuk ke kampung.

“Kalau suhunya panas tidak boleh masuk. Kalau pemudik yang datang kita tekankan harus melakukan isolasi mandiri,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.