38 Desa di Pangandaran Alami Kekeringan

17
RAKOR .Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat melaksanakan rapat koordinasi mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan Kamis (15/8). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
RAKOR .Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat melaksanakan rapat koordinasi mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan Kamis (15/8). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai bergerak serius mengatasi kekeringan yang melanda.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) untuk penanggulangan bencana kekeringan di Pangandaran.

Setidaknya ada 38 desa yang sedang kritis mengalami kekeringan. ”Kita sudah menangani 10 desa,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (15/8).

Setidaknya, kata Jeje, sudah 300 ribu liter air bersih disalurkan ke desa-desa yang membutuhkan. ”Kita juga minta kepada pihak kecamatan berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri yang ada di desa, untuk mencegah adanya kebakaran hutan selama musim kemarau,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta Dinas Pertanian memetakan lahan pertanian yang rentan kekeringan. ”Jadi nantinya ada upaya untuk mencegah terjadinya kekeringan lahan yang lebih luas,” ucapnya.

Ia menginstruksikan dinas terkait mengecek bantuan pipanisasi dari pemerintah yang ada di desa. ”Dinas PU, Dinas Sosial, BPBD, semuanya saya minta mengecek, apakah pompa air bantuan dari pemerintah masih ada atau sudah tidak ada, kalaupun masih ada kenapa setiap terjadi kekeringan masyarakat sealalu mengeluh kekurangan air,” terangnya.

Pihaknya ingin mengedukasi masyarakat memelihara bantuan-bantuan dari pemerintah, agar bisa digunakan. ”Tapi saya juga belum bisa mengambil kesimpulan, apakah bantuan pipa air itu memang tidak dipelihara dengan baik,” ujarnya.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengaku sudah melakukan maping untuk mengatasi kekeringan dan kebakaran lahan selama musim kemarau.

”Mobil-mobil patroli juga disiagakan di tiap Polsek, yang membawa penampung air, sehingga bisa dilakukan tindakan pertama saat terjadi kebakaran lahan atau kebutuhan air bersih,” jelasnya.

Menurut dia, antisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kekeringan merupakan atensi langsung dari Presiden Joko Widodo. ”Tangki air juga disiapkan di daerah perbatasan yang retan terjadi kebakaran lahan,” paparnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.