4.000 Kartu BPNT di Wilayah Kabupaten PangandaranBermasalah

77
0
EVALUASI. Pemkab Pangandaran mengevaluasi distribusi program BPNT. Hingga saat ini diketahui masih ada kartu yang bermasalah. Selasa (8/1)

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengevaluasi penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2018. Evaluasi itu dilakukan sebagai upaya penyaluran bantuan yang tepat saran.

Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pangandaran Isa Ismail mengatakan kuota penerima BPNT di Kabupaten Pangandaran mencapai 33.806 KK (kartu keluarga), sementara yang baru terealisasi dibawah angka tersebut.

”Ada sekitar 4.000 kartu yang masih bermasalah,” ungkapnya kepada Radar saat ditemui di Setda Pangandaran, Selasa (8/1).

Menurutnya, data yang belum terealisasi itu mengalami berbagai kendala diantaranya data ganda, penerima meninggal dunia namun tidak ada ahli waris dan lain-lain. ”Ini akan jadi fokus kita ke depan untuk segera diperbaiki,” tuturnya.

Pihaknya akan melakukan verifikasi atau pemutahiran data dalam kurun waktu dua minggu ini. ”Pemenuhan kuota ini bisa terpenuhi dan data tersebut bersumber dari Kemensos,” ujarnya.

Menurutnya, untuk penerima kartu yang sudah meninggal dan tidak ada ahli warismaka akan dicarikan penggantinya. ”Kita akan kembalikan dulu ke pusat, baru kita cari ganti,” tuturnya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan evaluasi penyaluran BNPT sangat penting, karena menyangkut kesejahteraan masyarakat. ”Untuk masalah harga beras juga akan kita pantau dan cek terus,” ucapnya.

Ia menegaskan beras yang disalurkan kepada penerima BPNT adalah beras premium. ”Dan itu didistribusikan dari para petani, tidak melalui bulog lagi,” tuturnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.