Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.4%

19.9%

7.3%

69.4%

4 Bocah SDN Sadananya Ciamis Keracunan Permen 1 Meninggal

1373
1
Bocah korban keracunan permen radartasikmalaya.com
Salah seorang bocah korban keracunan permen tampak terbaring di RSUD Ciamis, Selasa (01/09). iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS – 4 bocah siswa SDN Gunungsari Desa/Kecamatan Sadananya Ciamis, diduga keracunan setelah mengkonsumsi permen.

Korban adalah, Muhamad Rizki (10) meninggal dunia. Sedangkan dua adiknya Muhamad Rifki (7) dan Muhamad Syarif Hidayat (4) kondisinya membaik. Keduanya dirawat di RSUD Ciamis, Selasa (01/09).

Sementara satu korban lagi mendapat perawatan di sebuah RS di Kota Tasikmalaya

Aef Saeful Hidayt, orangtua dari Rizky, Rifki dan Syarif mengatakan, hari Kamis lalu, ketiga anaknya mengeluhkan sakit perut yang dikira hanya muntaber biasa.

Lantas dirinya memberi ketiga buah hatunya oralit dan obat biasa, namun sampai hari Sabtu masih belum sembuh.

“Saya langsung bawa ke rumah sakit, tapi anak yang pertama Muhamad Rizki tidak tertolong. Alhamdulillah dua adiknya sekarang konfisinya membaik dan sembuh,” paparnya.

Kata Aef, pihaknya tidak mengetahui persis anak-anaknya membeli permen tersebut dari mana.

Karena di rumah yang tersisa hanya bungkus plastiknya yang dijadikan mainan.

Saat itu bungkusnya bisa disusun panjang dan banyak dikoleksi oleh anaknya, sementara selama ini makanan yang biasa dikonsumsi adalah permen.

“Jadi dugaan kuat ketiga anak saya keracunan permen,” tegasnya.

Aef berharap makanan di warung diteliti keamanannya, penjual harus memperhatikan kesehatan.

“Jangan ada korban lagi,  semoga kejadian ini  mudah-midahan tidak terulang. Ini satu cobaan kepada keluarga saya,” jelasnya kepada wartawan.

Kasi Pelayanan RSUD Ciamis, Eri Arifah  mengaku telah menerima tiga pasien anak dari satu keluarga.

Namun salah satunya meninggal saat dibawa ke RSUD, untuk dua anak lagi bisa diselamatkan.

Diketahui bahwa sebelumnya,  anak-anak atau  pasien saat datang   pada Sabtu malam kemarin dalam kondisi diare berat, muntah, pusing  dan diare.

Sampai saat ini, kata dia, kedua anak tersebut telah menjalani perawatan intensif, bahkan kini dinyatakan sehat dan siap pulang ke rumahnya.

Soal penyebab, Eri mengaku tidak bisa memastikan keracunannya apa, karena perlu penelitian.

“Ya kalau dari permen sampelnya harus diteliti hingga bisa pasti. Bahkan, perlu penelusuran makan lainnya yang juga dimakan pasien tersebut, karena  kejadian tersebut menimpa anak dari satu keluarga,” tuturnya.

Bahkan, untuk memeriksanya perlu ada kolaborasi baik dengan badan POM dan pihak lain.

“Jadi, kami, tidak bisa langsung menyimpulkan begitu saja, hanya saja gejala anak saat kesini hasil diagonsa mengalami dehidrasi berat, sehingga kami tangani,” tandasnya.

(iman s rahman)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.