4 Instansi di Kota Banjar Ini Sharing Kendala Penanganan Perkara

57
0
DISKUSI. Empat instansi, yakni Polres, Kejaksaan, Pengadilan Negeri serta Lapas Banjar berkumpul melalui forum diskusi penyelesaiakan kendala penanganan perkara Kamis (1/10). Cecep herdi / radar tasikmalaya
DISKUSI. Empat instansi, yakni Polres, Kejaksaan, Pengadilan Negeri serta Lapas Banjar berkumpul melalui forum diskusi penyelesaiakan kendala penanganan perkara Kamis (1/10). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Empat instansi pemerintah yakni Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Polres serta Lembaga Pemasyarakatan Kota Banjar berdiskusi terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam menangani perkara.

Masing-masing instansi itu memiliki tugas yang berbeda dalam menyelesaikan penanganan perkara hukum. Kendala itu dikemukakan untuk dicarikan solusinya.

“Kegiatan ini merupakan sharing antar empat instansi soal problematika penanganan perkara di wilayah hukum Kota Banjar. Diinisiasi oleh kapolres, ketua pengadilan negeri, kalapas dan kajari,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Ade Hermawan SH, MH melalui Kepala Seksi Pidana Umum Fajar Muttaqien SH usai sharing empat instansi di Aula Kejaksaan Negeri Banjar, Kamis (1/10).

“Intinya bagaimana menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh masing-masing instansi, baik Polres, Kejaksaan, Pengadilan Negeri maupun Lapas dalam menangani perkara, sehingga dicarikan solusinya supaya penanganan perkara ke depannya lebih terintegritas,” tambahnya.

Baca juga : 2 Santri Cipasung Warga Kota Banjar di-Swab Test

Ia menjelaskan setiap instansi punya problematika di lapangan berbeda-beda. Forum sharing tersebut diharapkan menjadi pemecah kendala di lapangan.

Kegiatan tersebut, kata dia, akan dijadwalkan secara rutin satu bulan sekali.

“Kendala seperti penanganan perkara atau sidang perkara dengan sistem online atau video conference itu kan baru ya semenjak adanya Covid-19, masing-masing instansi memiliki kendala dalam men­jalani sidang daring ini,” kata dia.

Ke­ber­adaan forum diskusi itu di­harapkn menjadi wadah untuk me­mecah­kan masalah yang di­hadapi. “Con­tohnya untuk kendala apa saja yang ada saat sidang perkara melalui daring, se­hingga saat pe­lak­sanaan sidang­nya protokol ke­sehatan tetap diterap­kan tanpa me­ngu­rangi esensi persidangan itu sendiri,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.